Peristiwa - Daerah
Tanah Amblas, Satu Rumah Ambruk Dua Lainnya Rusak Parah
21-02-2017 - 11:44 | Views: 11.31k
Kondisi salah satu rumah ambruk akibat lokasi tanah amblas, Selasa (21/02/2017) (Foto: Safuwan/TIMES Indonesia)
Kondisi salah satu rumah ambruk akibat lokasi tanah amblas, Selasa (21/02/2017) (Foto: Safuwan/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tanah amblas sedalam tiga meter mengakibatkan tiga rumah ambruk. Peristiwa ini terjadi di sekitar lokasi wisata Perut Bumi, di Kelurahan Gedungombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (21/2/2017) pagi.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu pemilik rumah beserta toko bangunan Antok (47) mengalami luka di punggungnya akibat tertimpa reruntuhan,

“Saat itu saya bersama istri saya Indah Retnowati sedang tidur di dalam kamar, tiba-tiba kontruksi tanah ambrol dan reruntuhan atap menimpa punggung saya,” kata Antok menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Tanah-Amblas-24czZ.jpg

Selain rumah milik Antok, bangunan yang rusak adalah milik Chusnan, serta bangunan toilet umum. Namun kondisi terparah terjadi pada rumah Antok, hampir separoh bangunan miliknya ambruk sehingga tidak dapat ditempati lagi.

Hasil pemeriksaan memperlihatkan, di bawah rumah terdapat rongga yang cukup lebar. Kondisi ini jelas membahayakan bangunan lainnya, karena tanah ambles berada di lingkungan padat bangunan permanen.

Pantauan TIMESIndonesia dilokasi warga dibantu aparat kepolisian dan TNI membantu mengevakuasi barang-barang bangunan dari toko ke tempat yang lebih aman.

Tanah-Amblas-3ekCf4.jpg

Sementara itu, pemerintah Kabupaten Tuban, kini masih melakukan pendataan dan analisa daerah tanah bergerak.

“Terkait kondisi tanah yang amblas itu sesuai analisa amblasnya 60 meter dengan kedalaman tiga meter,” jelas Asisten Perekonomian Dan Pembangunan Pemkab Tuban, Sunarto, saat meninjau lokasi tanah amblas.

Untuk menghindari korban dan peristiwa tanah amblas kembali terjadi, Pemkab Tuban,mengimbau agar warga setempat berhati-hati, karena dikhawatirkan akan terjadi tanah amblas susulan. (*)

Pewarta
: Safuwan
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin