Peristiwa - Daerah
Dua Kementerian Komitmen Kembangkan Kopi Bondowoso
16-06-2017 - 22:25 | Views: 14.65k
Petani Kopi Bondowoso saat memanen biji kopi (Foto: Dok. TIMES Indonesia)
Petani Kopi Bondowoso saat memanen biji kopi (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) berkomitmen untuk mengembangkan kopi di Bondowoso.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Direktorat Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan Pedesaan Wilayah IV Kemendes PDT dan Transmigrasi, Yudi Hermawan, usai mengadakan pertemuan lintas sektoran di Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (16/6/2017).

Kementrian-membahas-KopiVtnaJ.jpgPertemuan Antara Perwakilan Kemendes PDt dan Transmigrasi, Kemenristek Dikti bersama Pemangku kebijakan lintas sektor perkopian di Bondowoso (Foto: Abdul Wahet/ TIMES Indonesia)

Pertemuan antara rombongan kementerian ini berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso. Rombongan ini disambut oleh Kepala Bappeda Mat Sakur, Kepala Diskoperindag Bambang Soekwanto, Kepala Dinas Pertanian H Munandar, Kepala Dinas Kominfo, Haeriye Yuliati dan beberapa pejabat lain.

Yudi datang bersama Staf Khusus Menristek Dikti, Agus Juwi Purnawan dan perwakilan Kantor Sekretariat Kementerian Negera Yuliyanto. Selain meninjau kondisi kopi khas Bondowoso yang pernah dipaparkan Bupati Amin Said Husni dihadapan Menteri Desa itu, Yudi bersama rombongan juga akan melakukan identifikasi terhadap dua jenis kopi yang ada di Bondowoso yaitu Arabika dan Robusta.

Tindak lanjut dari pertemuan tadi, dua kementerian tersebut akan melakukan penelitian dan program pemberdayaan untuk mendukung perkopian di Bondowoso. Untuk penelitian akan dilakukan oleh Kemenristek Dikti. Sedangkan program pemberdayaan akan dilakukan oleh Kemendes PDT dan Transmigrasi.

“Bondowoso ini katanya punya produk unggulannya yang namanya kopi. kami ingin melihat sejauh mana potensi kopi ini untuk mengangkat Bondowoso dari daerah tertinggal,” jelas Yudi Hermawan kepada TIMES Indonesia.

Identifikasi terhadap dua jenis kopi ini bertujuan untuk mengetahui potensi kopi jenis apa yang akan didukung oleh program dari Kemendes PDT dan Transmigrasi. Yudi sendiri mengaku belum tahu kopi jenis apa yang akan didukung dengan program yang telah didiskusikan dengan lintas sektor di Bondowoso tadi.

Pihaknya masih menunggu Pemkab Bondowoso sendiri untuk menentukan kopi mana yang akan dikembangkan. “Tergantung Pemkab Bondowoso untuk mengangkat kopi yang mana. Robusta atau arabika? Kami hanya mendukung lewat program saja nanti,” terangnya.

Namun, begitu, Yudi tidak menutup kemungkinan semua jenis kopi yang ada Bondowoso akan didukung oleh dua kementerian tersebut. (*)

Pewarta
: Abdul Wahet
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur