Peristiwa - Daerah
Penangkapan Terduga Teroris Gegerkan Warga Singosari
19-06-2017 - 15:26 | Views: 23.78k
Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri  menangkap terduga teroris SH, warga Jalan Wijaya 11a, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Ferry/TIMES Indonesia)
Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap terduga teroris SH, warga Jalan Wijaya 11a, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Ferry/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri menangkap terduga teroris SH, warga Jalan Wijaya 11a, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penangkapan terduga teroris ini, ditangkap Senin (19/6/2017), pukul 08.30 WIB. Sukamto, warga setempat, mengaku ia dan warga lainnya tidak mengetahui penangkapan ini. Sebab, warga baru tahu ada penangkapan siang hari setelah puluhan Brimob dan satuan Polres Malang turun berada di lokasi.

Densus 88 yang tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, langsung melakukan penggeledahan rumah terduga teroris. Area pun disterilkan dengan dibatasi garis polisi.

"Saya kaget, tiba-tiba ramai polisi karena ada orang yang tinggal disitu ditangkap polisi," kata Sukamto.

terorisiV6E0.jpgSuasana usai penggeledahan rumah kontrakan terduga teroris di Jalan Wijaya Singosari, Kabupaten Malang. (Foto: Ferry/TIMES Indonesia)

Sukamto mengatakan SH, memang jarang berinteraksi dengan warga. Bahkan, tak satu pun warga sekitar yang dekat dengannya sejak berada di ruko tersebut.

"Orangnya jarang keluar, tapi tokonya selalu ramai," tambahnya.

Ketua RT 7 RW 3 Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang, Slamet turut membenarkan SH merupakan pribadi yang tertutup. Ia mengatakan SH sejak setahun lalu tinggal di Jalan Wijaya. Ia jarang keluar rumah. Namun, ia terlihat sering beribadah sholat berjamaah di masjid.

"Dia jarang keluar rumah, sejak tinggal selama setahun ini. Pergaulannya juga sangat tertutup dan hanya terlihat tokonya ramai," terangnya.

AKBP-Yade-Setiawan-Ujung5Ifpi.jpgKapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Ferry/TIMES Indonesia)

Slamet mengatakan pekerjaan sehari-hari SH beserta keluarganya berjualan pakaian dan buku. Dagangannya pun hanya dibuka pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Tidak ada yang mencurigakan, seperti warga umumnya. Tokonya tiap hari ramai. Tapi hanya orangnya memang tertutup," tambahnya.

SH ditangkap kepolisian karena merupakan jaringan JAD (Jamaah Ansharut Daulah) yang terhubung dengan Helmi Alamudi (Yayasan Mega Mendung, Pisang Candi), Abdul Hakim (Embong Arab) dan Junaidi (Bumiayu). Ketiganya sudah diamankan Densus 88 beberapa waktu lalu. (*)

Pewarta
: Imadudin Muhammad
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani