Pendidikan
PBNU: Kebijakan Presiden Sangat Aspiratif Soal Penolakan Sekolah 8 Jam
20-06-2017 - 02:14 | Views: 7.91k
ILUSTRASI -  Seorang guru sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di ruangan kelas. (Foto: Dok. TIMESIndonesia)
ILUSTRASI - Seorang guru sedang melakukan kegiatan belajar mengajar di ruangan kelas. (Foto: Dok. TIMESIndonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – PBNU menilai kebijakan Presiden untuk menata ulang kebijakan Sekolah 8 Jam sehari sangat aspiratif.

"Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi dan Pak JK yang aspiratif terhadap sikap penolakan masyarakat terhadap rencana pemberlakuan 'full day school'," kata Ketua Pengurus Nesar Nahdlatul Ulama Sulton Fatoni di Jakarta, Senin (19/6/2017) seperti dilansir mediaindonesia.com.  

Dia menilai, kebijakan itu adalah wujud keberpihakannya terhadap tradisi dan budaya pendidikan di Indonesia.

"Kami yang menaungi pondok pesantren dan madrasah diniyah merasa dilindungi Presiden dari ancaman perusakan dari internal sendiri," tambahnya.

Ke depan, Sulton meminta NU juga ikut dilibatkan jika kebijakan tersebut akan ditata ulang atau direvisi lagi. Sehingga jangan sampai terjadi lagi ada peraturan yang justru mengabaikan budaya sendiri.

"Keberadaan pondok pesantren dan madrasah diniyah adalah fakta sejarah yang telah berkontribusi membangun peradaban Indonesia," katanya. (*)

Pewarta
: Imadudin Muhammad
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Sholihin Nur