Peristiwa - Nasional
Akibat Krisis Negara Teluk, Qatar akan Tutup Dua Pabrik Besar Gas Helium nya?
19-06-2017 - 23:57 | Views: 6.59k
ILUSTRASI:  Qatar Petroleum (Foto: Istimewa)
ILUSTRASI: Qatar Petroleum (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Qatar memastikan akan menutup dua pabrik gas helium nya akibat diboikot oleh beberapa negara.

Sebuah pernyataan tak resmi kepada Reuters dari Qatar Petroleum pada Kamis (15/6) menyatakan bahwa keputusan untuk menutup pabrik diambil karena Saudi Arabia telah memblokir ekspor gasnya ke Qatar.

Seperti diketahui, sampai saat ini Qatar adalah penghasil gas helium terbesar di dunia setelah Amerika Serikat.

Qatar memiliki 2 pabrik besar penghasil gas helium dibawah operasi perusahaan RasGas, sebuah perusahaan subsidiary dari Qatar Petroleum.

Diperkirakan, RasGas memasok sekitar 25 persen kebutuhan gas helium global sampai saat ini.

Pertumbuhan global permintaan gas helium meningkat cukup tajam dalam beberapa tahun terakhir terutama untuk memenuhi tujuan layanan kesehatan dan teknologi.

Namun hal penting lainnya adalah gas helium adalah bahan penting untuk produksi energi nuklir.

Pewarta
: Ferry Agusta Satrio
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Ahmad Sukma
Sumber
: Berbagai Sumber