Ekonomi
Ketahanan Pangan
Peduli Lingkungan, PT BSI Dampingi Petani Tanam Padi SRI
19-10-2016 - 16:15 | Views: 47.42k
Panen raya padi metode SRI di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (Foto: Syamsul/TIMES Indonesia)
Panen raya padi metode SRI di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. (Foto: Syamsul/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, PT Bumi Suksesindo (PT BSI) lakukan pendampingan terhadap kelompok tani (Poktan) di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Mereka didorong dan diberi pelatihan untuk melakukan tanam padi dengan metode System of Rice Intensification (SRI).

Alhasil, setelah dua tahun pendampingan, kini hasil panen padi para petani meningkat. Biaya operasional pun menjadi lebih rendah dibanding metode pada umumnya. Termasuk kerusakan unsur hara tanah juga bisa ditekan.

Hal ini terungkap saat pelaksanaan panen raya padi SRI di Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran yang dihadiri oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiatmoko, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Roby Bulan dan Direksi PT BSI, Cahyono Seto.

“Hasil panen padi SRI bisa mencapai 7,04 ton perhektar, untuk pola tanam pada umumnya, maksimal hanya 5,1 ton per hektar,” ucap Ketua Poktan ‘Sekar Arum’, Nyono, Rabu (19/10/2016).

Tahun 2016, di Kecamatan Pesanggaran, terdapat 7 poktan dampingan PT BSI, dengan luas hamparan lahan mencapai 15 hektar. Dalam pembinaan, pengelola tambang emas gunung tumpang pitu ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Banyuwangi. Maka jangan heran, kini para petani setempat piawai dalam bertani tanaman pangan, mulai dari pengolahan lahan, pembasmian hama hingga pengelolaan pasca panen.

“Kami berharap PT BSI bisa melakukan pendampingan serupa secara lebih luas, sehingga masyarakat bisa menerima banyak manfaat, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” cetus Wabup Yusuf Widiatmoko.

Sementara itu, Dandim 0825 Banyuwangi, Letkol (Inf) Roby Bulan, berharap program PT BSI ini bisa menambah target tanam padi di Bumi Blambangan. Karena dari 65.000 hektar lahan pertanian, masih 55.000 hektar yang telah ditanami tanaman pangan.

“Dulu luasan lahan yang didampingi 5 hektar, sekarang jadi 15 hektar, kedepan kami berharap bisa 50 hektar dan terus meningkat,” katanya.

Dijelaskan Direksi PT BSI, Cahyono Seto, program padi SRI saat ini memang menjadi konsentrasi penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Khususnya bagi masyarakat petani di Kecamatan Pesanggaran. Tujuanya untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan, karena hasil panen lebih banyak. Biaya operasional juga lebih sedikit dibanding padi pada umumnya.

“Padi SRI ini juga lebih ramah lingkungan, karena untuk perawatan atau pembasmian hama dilakukan dengan bahan organik. Nilai jual berasnya pun juga lebih tinggi, perkilogram bisa 18 ribu rupiah, padahal beras biasa seharga 11 ribu rupiah,” ungkap Seto. (*)

Pewarta
: Syamsul Arifin
Editor
: Khoirul Anwar
Publisher
: Ahmad Sukma