Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan
Khusyuknya Nuzulul Qur'an 1438 H di Unisma
13-06-2017 - 11:50 | Views: 17.23k
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si memperingati Nuzulul Quran 1438 H, di Masjid Kampus Ainul Yaqin. (Foto: AJP TIMES Indonesia)
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si memperingati Nuzulul Quran 1438 H, di Masjid Kampus Ainul Yaqin. (Foto: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Unisma memperingati Nuzulul Quran 1438 H, di Masjid Kampus Ainul Yaqin, Senin (12/06/2017).

Kegiatan ini diikuti seluruh Civitas Akademika Unisma mulai Dewan Pembina, Pengawas Yayasan, Pengurus Yayasan, Pimpinan Unisma beserta seluruh para dosen dan karyawan serta sebagian para mahasiswanya.

Nuzulul Quran merupakan salah satu hari yang “dikeramatkan” oleh umat Islam di dunia, termasuk Indonesia. Hampir seluruh lembaga pendidikan di Indonesia menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai salah satu agenda kegiatan tahunan. 

Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si mengemukakan bahwa Alqur'an merupakan sesuatu yang sangat  dikeramatkan oleh umat Islam karena merupakan pegangan hidup bagi orang Islam yang harus dijadikan sebagai dasar hukum dalam menjalankan kehidupan sebagai seorang muslim.

Nuzulul-QuranGExeA.jpg

“Kita melaksanakan peringatan Nuzulul Quran ini berharap semoga jiwa dan langkah kita semua disinari oleh nilai-niai yang terkadung dalam Al Quran dan semoga kita memiliki jiwa Qurani dan mental kita mental Qurani," papar Prof. Maskuri. 

Ia juga menekankan Al Quran adalah sebagai way of life, sebagai pegangan hidup bagi umat Islam, dan Al Quran sebagai pusaka, juga sebagai roadmap dalam melakukan ibadah pada Allah SWT serta berkehidupan di dunia bagi seorang muslim.

Rektor juga mendoakan agar supaya langkah demi langkah kehadiran para hadirin ke Masjid Ainul Yaqien, tempat penyelenggaraan Nuzulul Quran, mendapatkan pahala dari Alah SWT.

"Mudah-mudahan kehadiran kita di kegiatan Nuzulul Quran di masjid ini mampu memberikan spirit di dalam meningkatkan nilai keislaman, keimanan serta ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sehingga menjadikan diri kita semakin mendekatkan diri menjadi manusia yang muttaqin," pungkas Prof. Maskuri.

Pada kesempatan ini juga diberikan siraman rohani berupa maudhotul hasanah yang disampaikan oleh KH. Hasanuddin Latief, pengasuh dan pembina Pondok Pesantren Darus Sa’adah Poncokusumo Kabupaten Malang.

Dalam paparannya Ia menceritakan ternyata bukan saat ini saja diundang ke Unisma, melainkan sejak Rektor pertama KH. Oesman Mansoer telah pernah ke kampus Unisma. Pada waktu itu beliau masih teringat pada acara penyerahan kitab kuning yang diberikan kepadanya.

Nuzulul-Quran-2X4M.jpg

Satu catatan yang sangat penting dari isi tausiyah KH. Hasanuddin Latief tersebut bahwa belakangan ini telah ada upaya untuk merusak Al Quran dan ingin menjauhkan umat Islam dari Al Quran. 

Kyai Hasanudin menceritakan ada sebuah percetakan di Indonesia yang mencetak Al Quran dengan membuang sebagian dari ayat-ayat Al Quran, yakni pada Surat Al Maidah.

"Sebenarnya upaya orang-orang yang merusak Islam, merusak Al Quran telah dilakukan sejak jaman lalu, tetapi tidak pernah berhasil. Al Quran itu dilindungi oleh Allah SWT, oleh sebab itu perubahan sekecil apapun akan bisa ditemukan," tegas Kyai Hasanudin dalam maudhotul khasanahnya.

Dalam kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta dan acara ditutup dengan doa serta bermuhasabah bersama. (*)

Pewarta
: M. Khoirul ABS
Editor
: AJP-5 Editor Team
Publisher
: Rochmat Shobirin