Peristiwa - Daerah
Kakanwil Kemenkum HAM Jatim Minta Petugas Lapas Banyuwangi Tingkatkan Integritas
12-08-2017 - 22:25 | Views: 13.27k
Kakanwil Kemenkum HAM Jatim, Susy Susilawati didampingi Kalapas Kelas IIB Banyuwangi, Arimin saat diwawancarai awak media di bengkel keterampilan Lapas, Sabtu (12/8/2017) (Foto: Hafil Ahmad/TIMES Indonesia)
Kakanwil Kemenkum HAM Jatim, Susy Susilawati didampingi Kalapas Kelas IIB Banyuwangi, Arimin saat diwawancarai awak media di bengkel keterampilan Lapas, Sabtu (12/8/2017) (Foto: Hafil Ahmad/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kunjungan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Jawa Timur, di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Banyuwangi, meminta seluruh petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) untuk lebih meningkatkan sejumlah sektor pelayanan dan meningkatkan kinerjanya.

Dalam kunjungannya, Kakanwil Kemenkum HAM Jatim, Susy Susilawati berharap adanya petugas Lapas dalam penyalahgunaan narkoba tidak terjadi lagi seperti beberapa bulan yang lalu.

Saat itu, oknum petugas Lapas Kelas II B Banyuwangi, JF, ditangkap Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polres setempat, Rabu, 4 Januari 2017. Oknum tersebut ditangkap di depan Lapas Banyuwangi, dan diduga atas kepemilikan barang haram narkoba jenis sabu.

"Saya harap tidak ada lagi kasus yang sama terulang lagi di Lapas. Ini berdampak negatif sampai wilayah dan Kementerian. Makanya saya datang kesini jangan sampai semua meniru hal ini, milih gaya hidup yang biasa saja," kata Susy kepada sejumlah wartawan, Sabtu (12/8/2017). 

Mulai saat ini yang diperlukan adalah peningkatan pelayanan kinerja dan integritas petugas Lapas, untuk melakukan pembinaan terhadap  para tahanan ataupun narapidana, sambung Susy. 

“Petugas Lapas harus jadi contoh yang baik, khususnya kepada warga binaan dan masyarakat yang datang berkunjung. Saya tidak akan main-main dengan masalah ini (narkoba). Kurir ataupun pemakai saya sanksi nya sangat berat sesuai hukum, hingga pemecatan," ucapnya tegas. 

Namun demikian, setelah melihat secara langsung pembinaan yang dilakukan terhadap penghuni Lapas dengan metode yang berbasis pesantren dan keterampilan dia juga memberikan apresiasi.

Pihaknya mengagumi cara pembinaan yang dilakukan petugas Lapas kepada warga binaan. Sementara untuk keterampilan, disebutnya juga sangat bernilai positif tinggi. 

"Terjadinya tindak kriminal lantaran mereka tidak mempunyai pekerjaan yang menjanjikan, tingkat kerohaniannya lemah ditambah tidak memiliki keterampilan yang cukup. Cara pembekalan seperti ini bagus sebagai bekal warga binaan nantinya, serta agar nanti mempunyai pengalaman dan tidak melakukan kembali perbuatan yang tidak terpuji," imbuhnya. (*)

Pewarta
: Hafil Ahmad
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Rochmat Shobirin
Sumber
: TIMES Banyuwangi
Follow Us!
Member Of
Baca TIMES Indonesia Yuk