Peristiwa - Daerah
Pilkada Kota Probolinggo
Calon Wali Kota Harus Kedepankan Akhlakul Karimah dalam Pilkada
12-10-2017 - 21:04 | Views: 4.20k
Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Nizar Irsyad (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)
Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Nizar Irsyad (foto: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo, Jawa Timur, berharap para kandidat calon wali kota dan wakil wali kota Probolinggo mengedepankan akhlakul karimah, dan mematuhi ketentuan yang berlaku, selama berkompetisi dalam pilkada.

Untuk itu, MUI mengimbau panitia pengawas pemilu (panwaslu) bertindak tegas bila ada pelanggaran. Semisal politik uang (money politic) untuk mempengaruhi pilihan masyarakat, atau pelanggaran lainnya. 

"Juga tidak menggunakan ayat-ayat Al Quran untuk mencapai kemenangan," kata Ketua MUI Kota Probolinggo, KH. Nizar Irsyad kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (12/10/2017) petang.

Tak hanya panwas, masyarakat termasuk ulama diminta berperan aktif mengawasi pelaksanaan pilkada agar berjalan baik. Pengawasan harus tetap berjalan sampai calon terpilih menjalankan roda pemerintahan dengan baik.

MUI juga mengingatkan para kandidat calon perihal komitmen menyejahteraan masyarakat. "Kalau terpilih, jangan hanya partai dan pendukung yang diperhatikan. Kalau sudah menang, harus jadi wali kotanya rakyat, bukan pendukung. Dalam bahasa arabnya, limaslahatil ammah," terangnya.

Ia berharap, lewat pilkada Juni 2018 nanti akan terpilih pemimpin yang diridlai Allah, jujur, kredibel, dan berjuang untuk kepentingan rakyat. (*)

Pewarta
: Muhammad Iqbal
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Sholihin Nur
Sumber
: TIMES Probolinggo
Follow Us!
Member Of
Baca TIMES Indonesia Yuk