Peristiwa - Daerah
Puluhan Pemuda di Bali Dilatih Strategi Membangun Desa
12-10-2017 - 22:17 | Views: 5.34k
Pembekalan Pemuda Mandiri Membangun Desa 2017, di Denpasar Bali, Kamis (12/10/2017).(FOTO Khadafi/TIMES Indonesia)
Pembekalan Pemuda Mandiri Membangun Desa 2017, di Denpasar Bali, Kamis (12/10/2017).(FOTO Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Puluhan generasi pemuda dari beberapa Kabupaten di Bali mendapat pembekalan pemuda mandiri untuk membangun desanya masing-masing. Pembekalan itu selama tiga hari.

Pembekalan tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda, dan Olahraga (Kemenpora) RI, Kamis (12/10/2017), di Denpasar Bali.

Asisten Deputi Kepemimpinan, dan Kepeloporan Pemuda Kemenpora, Ibnu Hasan yang membuka Pembekalan Pemuda Mandiri Membangun Desa 2017 tersebur.

 Tema pembekalan kali ini adalah "Membangun Spirit Kepeloporan Pemuda yang Kreatif dan Inovatif Menuju Kemandirian Bangsa.

Ibnu Hasan mengungkapkan, pembekalan dilakukan agar para pemuda Indonesia pada umumnya dan di Bali khususnya, kelak bisa menjadi pemuda atau pemudi yang mandiri, mawas diri, tau diri, toleran dan memiliki nilai-nilai Kebhinnekaan.

"Pemuda harus pandai memanfaatkan dan memaksimalkan potensi yang ada di daerahnya. Para peserta ini mendaftar secara online. Sebelumnya ini stimulan 3 bulan," katanya. 

Dalam pembekalan ini kata dia, peserta akan dibekali ilmu yang bermanfaat agar kelak bisa jadi sukarelawan. "Mereka dibekali ilmu dan akan dilepas. Intinya, mereka harus lebih baik dari kami, tantangan sekarang itu lebih sulit, mereka harus lebih ulet, tahan banting, toleran, mawas diri, tau diri, pokoknya harus lebih dari kami," tegasnya.

Lebih lanjut Ibnu Hasan membeberkan, bahwa pemuda harus sebagai objek potensial. Hal itu sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Ada sekitar 1500 orang pemuda-pemudi dari 10 provinsi yang diberikan pembekalan termasuk Bali. Dari 10 provinsi tersebut antara lain, Palembang, Lampung, Kalimantan Barat dan Timur, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan termasuk Bali," akunya.

Sementara itu, Sofiyan Halim, selaku Ketua Panitia Teras Ide mengatakan, bahwa kegiatan pembekalan kepada para pemuda tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni sejak Kamis (12/10/2017) hingga Sabtu (15/10/2017) mendatang. Acara bertempat di Hotel Puri Nuansa Indah, Denpasar Timur.

Pembekalan tersebut menghadirkan delapan orang pemateri dari Jakarta. "Ada tim Indonesiaku. Pelatihan ini materinya lebih ke kerajinan, sandang, materi tentang pengembangan usaha bidang pangan, dan Event Organizer (EO). Pesertanya telah disharing oleh pihak Kemenpora," ungkapnya.

Untuk di Bali, ada sekitar 42 orang yang lulus seleksi dari Kemenpora. Pada 3 Oktober 2017 lalu, telah dilakukan "Technical Meeting". Output dari event ini untuk menciptakan pemuda pelopor yang mandiri di desa masing-masing.

"Jadi pesertanya satu orang satu desa. Mereka diberi anggaran sekitar Rp 13 juta perorang. Satu orang itu mewakili satu desa. Dana tersebut untuk dikembangkan, dan mereka membuat proposal untuk usaha yang akan dikembangkan di desanya," kata Sofiyan Halim.

Setiap peserta tambahnya, harus mendapatkan dukungan dari masing-masing desa yang ditempati.

Dari pengakuan Bagus Pramartha, salah satu peserta dari Banjar Pengabetan, Desa Kuta, Badung, pembekalan tersebut sangat bermanfaat untuk generasi muda saat ini.

"Kita dilatih kepemimpinan dan usaha mandiri, bagaimana bisa membangun usaha di desa. Termasuk bidang olahraga di desa," katanya.(*)

Pewarta
: Muhammad Khadafi
Editor
: Yatimul Ainun
Publisher
: Sholihin Nur
Sumber
: TIMES Bali
Follow Us!
Member Of
Baca TIMES Indonesia Yuk