Peristiwa - Daerah
Malang Kipa Pukau Pengunjung MarkPlus Conference
07-12-2017 - 15:42 | Views: 10.15k
"Malang Kipa", stand kota Malang pada ajang MarkPlus Conference Navigating the Unpredictables (7/12/2017) di ball room Ritz Carlton Jakarta. (FOTO: Humas Pemkot Malang for TIMES Indonesia)
"Malang Kipa", stand kota Malang pada ajang MarkPlus Conference Navigating the Unpredictables (7/12/2017) di ball room Ritz Carlton Jakarta. (FOTO: Humas Pemkot Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Membawa semangat "Malang Kipa", stand kota Malang pada ajang MarkPlus Conference Navigating the Unpredictables (7/12/2017) di ball room Ritz Carlton Jakarta, mampu menyedot perhatian peserta.  

Menampilkan foto view kampung warna warni, kampung glintung go green, jembatan kaca "Ngalam" Indonesia serta video profil kota, stand kota Malang pada ajang MarkPlus Conference Navigating the Unpredictables, Kamis (7/12/2017) mampu menyedot perhatian peserta yang ada.

Pengunjung dan peserta konferensi yang hadir di Stand Kota Malang di ball room Ritz Carlton Jakarta, banyak menggali informasi mengenai transformasi dari kampung biasa menjadi kampung kampung tematik beraroma wisata. 

"Malang Kipa, atau Malang Apik (bagus) membawa satu pesan bahwa kota Malang tidak hanya berubah baik (apik/kipa) secara fisik, namun juga dari sisi budaya serta mindset masyarakatnya," ujar Widianto, Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, di sela sela kegiatan konferensi.  

Sstand-Malang-Kipa-di-pameran.jpg

Pameran yang diinisiasi MarkPlus ini, diikuti peserta dari Pemerintahan, BUMN, swasta nasional, media, dan multi coorporate. 

"Total ada 40 partisipan pameran dan 5000 peserta konferensi," kata Widianto.

sebagai informasi, konferensi terbagi menjadi 6 chanelling session, meliputi marketing in Indonesia 2018 dengan pembicara Hermawan Kartajaya, Navigating the Unpredictables.

Sesi ini memiliki beberapa pilihan kelas, seperti enterpreneurial marketing (engaging in marketing collaboration, executing creative tactics, exploring alternative markets). 

Ada juga kelas Financial Agility (Creating New Creative Growth Platform), kemudian kelas Organizational Transformation (creating digital ready organization,  dan merging on line and off line strategies,  using technology for marketing).

Ada juga kelas dengan tema Chanelling Industry Player Scenario Session,  dan Global Halal Lifestyle Trends menghadirkan pembicara Prof. Jonathan Wilson,  expert in ABCDs (Advertising, Branding,  Culture, Digital).

"Selain itu, ada Channel Foresight: Where will we go? dengan pembicara Prof. Rob Walcott, executive director KIN USA dan sessi terakhir Indonesia Industry Outlook 2018," kata Estonia Rimadini, perwakilan panitia kegiatan.

Founder dan Chairman MarkPlus Inc sekaligus pakar pemasaran Hermawan Kartajaya mengatakan tema yang diangkat tahun ini sangat erat kaitannya dengan tahun 2018. 

Sstand-Malang-Kipa-di-pameran-jakarta.jpg

"Tahun 2018 merupakan tahun yang sulit dipredikasi dan membuat pebisnis pesimis, pertama karena sudah memasuki tahun politik untuk pemilihan presiden di 2019," ucapnya.

Kedua, Hermawan menjelesakan adanya Tehnology Disruption yang telah dianggap menghancurkan beberapa perusahaan di Indonesia.

"Dan yang ketiga adalah ekonomi yang sulit ditebak, ada yang berpendapat lebih baik, ada juga yang mengatakan bahwa bisa terjadi krisis sepuluh tahunan," jelas Hermawan. 

Hermawan menambahkan untuk menghadapi situasi tersebut diperlukan tools yang dinamakan enterpreneurial marketing compass, yang merupakan kombinasi antara marketing,  finance dan enterpreneurship. (*)

Pewarta
: Imadudin Muhammad
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin
Sumber
: TIMES Malang
Follow Us!
Member Of
Baca TIMES Indonesia Yuk