TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

KH Masjkur Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

07/12/2017 - 17:09 | Views: 11.10k
Beberapa narsum rekam jejak KH Masjkur dalam perjuangan kemerdekaan saat memberikan kesaksiannya di Aula Museum NU Surabaya, Kamis (7/12/2017).(FOTO: Lely Yuana/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Yayasan Sabilillah Malang dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kota Malang, Jawa Timur, bersama elemen masyarakat telah sepakat mengusulkan KH Masjkur sebagai Pahlawan Nasional.

Bermula dari surat usulan kepada Departemen Sosial RI (sekarang Kemensos RI) oleh Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang tahun 1995 silam, di mana waktu itu dipimpin oleh KH Farhan Ismail untuk memberi gelar pada pemimpin komando Laskar Sabilillah tersebut.

Namun sayangnya usaha tersebut tidak berlanjut seiring dengan pergantian pengurus. Hingga pada awal 2017 usulan kembali diwacanakan dan dibentuk Tim Pengusul Gelar Pahlawan KH Masjkur.

Kemudian mulai dirumuskan kembali bulan April 2017 saat Harlah NU ke-94 dan dilanjutkan 19 Oktober lalu, secara resmi tim dibentuk.

Seperti diketahui, KH Masjkur merupakan merupakan komando laskar kiai yang bernama Laskar Sabilillah. Dalam sejarah bangsa, laskar ini bersama laskar lain seperti Laskar Hizbullah dan Laskar Rakyat turut memberi sumbangsih besar dalam perjuangan kemerdekaan. 

Selain itu, nama KH Masjkur tercatat sebagai tokoh dari kalangan Islam mewakili NU yang ikut mendirikan Pembela Tanah Air (PETA) di Jawa, Anggota Pengurus Latihan Kemiliteran di Cisarua, Syou Sangkai (DPRD), Anggota BPUPKI - PPKI dan masih banyak sederet peran yang melibatkan beliau.

“Jadi beliau sangat layak menerima gelar pahlawan, kalau sampai tidak diangkat pahlawan ya kebacut (keterlaluan,red),” tutur Drs H. Choirul Anam, Sejarawan NU sekaligus pemilik harian Duta Masyarakat saat dijumpai dalam Seminar Nasional bertajuk “Perjuangan KH. Masjkur : Sebelum dan Sesudah Kemerdekaan” yang diselenggarakan di Aula Museum NU Surabaya, Kamis (7/12/2017).

Acara ini sekaligus menghadirkan beberapa nara sumber terpercaya sebagai upaya legitimasi publik mengenai riwayat perjuangan KH Masjkur. Di antaranya adalah Prof. Dr. KH. M. Tholchah Hasan (Menteri Agama periode 1999 - 2001), Prof HM Mas’ud Sa’id, Ph.D (Staf Khusus Mensos RI), Drs KH Ng. Agus Sunyoto, M.Pd (Sejarawan dan Ketua Umum PP Lesbumi) dan Drs H Choirul Anam.(*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Surabaya
Top

search Search