TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Berpendidikan Tinggi Dapat Membuat Panjang Umur! Ini Alasannya

25/12/2017 - 04:17 | Views: 3.67k
ILUSTRASI - Membaca (FOTO: playbuzz)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sekolah tidak hanya membuat Anda makin pintar dan berwawasan, namun nyatanya juga membuat panjang umur.

Dilansir dari Klik Dokter, sebuah studi dari Harvard Medical School, menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki minimal ijazah SMA, harapan hidupnya lebih tinggi, paling tidak usianya 7 tahun lebih lama, dibandingkan rekan-rekannya yang berpendidikan lebih rendah.

Dalam proses penelitian ini, David Cutler dari Universitas Harvard dan Ellen Meara dari Harvard Medical School menggabungkan data kematian dengan perkiraan perhitungan populasi penduduk dan data dari National Longitudinal Mortality Study, yang mengambil penelitian tahun 1981-1988 dan 1990-2000. Para periset hanya meneliti mereka yang berkulit hitam nonhispanik dan berkulit putih. 

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Health Affairs ini menemukan bahwa antara tahun 1980-an dan 2000, peningkatan harapan hidup dialami secara khusus oleh mereka yang mengenyam pendidikan tinggi. 

Dari tahun 1980-1990, para individu yang mengenyam pendidikan tinggi mengalami peningkatan harapan hidup hingga 1,5 tahun. Sementara mereka yang berpendidikan lebih rendah hanya mengalami peningkatan harapan hidup sekitar 6 bulan. Kesenjangan ini semakin melebar dalam 10 tahun ke depan, yang mana hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang dengan tingkat pendidikan tinggi mengalami peningkatan harapan hidup hingga 1,6 tahun, sedangkan untuk mereka yang berpendidikan lebih rendah bertahan di angka yang sama. 

Pada tahun 1990, seorang pria kulit putih terdidik hidup rata-rata 5,8 tahun lebih lama daripada rekannya yang berpendidikan lebih rendah. Perbedaan ini meningkat menjadi 7,8 tahun pada tahun 2000. Sementara mereka yang berkulit hitam, harapan hidupnya meningkat menjadi 8,4 tahun pada tahun 2000, yang mana angka ini meningkat 1,3 tahun dari tahun 1990.

Para periset mengatakan bahwa perbedaan jarak umur ini tampaknya disebabkan oleh akses informasi yang lebih baik tentang berbagai macam penyakit dan kemajuan dunia medis. Meski begitu, penelitian ini tidak menggambarkan secara pasti mengenai harapan hidup seseorang, karena hanya mengambil sebagian kecil populasi. 

Biasanya, seseorang yang berpendidikan rendah dibarengi dengan penghasilan yang rendah juga. Dan mereka yang berpenghasilan rendah biasanya tinggal di lingkungan yang kurang sehat. Lingkungan yang seperti inilah yang membuat seseorang tidak mendapatkan sumber nutrisi yang baik.

Kondisi ini tentu membuatnya lebih rentan untuk terkena penyakit. Akibatnya, kemungkinan untuk panjang umur pun jadi lebih kecil. (*)

Jurnalis: Cindy Aisyah Vuri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2017 TIMES Indonesia
Top

search Search