TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Benarkah Sering Makan Keju Mengakibatkan Mimpi Buruk?

26/12/2017 - 01:35 | Views: 6.71k
ILUSTRASI. Makan keju bisa mempengaruhi mimpi seseorangn. (FOTO: home.bt.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ada yang percaya sering makan keju bisa membuat kita mengalami mimpi buruk. Benarkah? Dilansir dari Dokter Sehat, pakar nutrisi bernama Joy Dubost ternyata menyebutkan bahwa mitos ini tidak benar adanya. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang mendukung kebenaran mitos ini. Hanya saja, memang ada beberapa penelitian yang memang mengaitkan konsumsi makanan tertentu dengan munculnya mimpi buruk, salah satunya adalah yang dilakukan oleh British Cheese Board.

Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 ini, disebutkan bahwa tidak ada bukti yang jelas bahwa keju dan produk susu lainnya jika dikonsumsi bisa memicu datangnya mimpi buruk. Hanya saja, makan keju memang bisa mempengaruhi mimpi.

Bahkan, setiap jenis keju yang kita konsumsi memang bisa mempengaruhi mimpi yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika kita ingin bermimpi tentang selebritis atau para artis, konsumsilah keju cheddar yang memiliki rasa yang kuat.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan pada 382 orang pada tahun 2015 menyebutkan bahwa hanya 18 persen orang yang percaya jika makanan yang dikonsumsi bisa mempengaruhi mimpi yang didapatkan saat tidur malam.

Mereka yang percaya ini menyebutkan bahwa konsumsi makanan atau minuman tertentu, khususnya kopi, bisa membuat mereka cenderung bermimpi aneh atau bahkan membuat tidur menjadi tidak nyenyak.

Para peneliti pun menduga jika hal ini disebabkan oleh food distress hypothesis, kondisi dimana konsumsi makanan tertentu bisa mengganggu pencernaan dan akhirnya menyebabkan masalah kesehatan seperti perut kembung atau kram perut dan mempengaruhi mimpi kita.

Dubost juga menyebutkan bahwa konsumsi makanan dengan berlebihan sepertinya juga bisa mempengaruhi apa yang kita impikan di malam hari, namun keju sepertinya tidak selalu menjadi penentu utama akan hal ini. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : TIMES Indonesia
Copyright © 2017 TIMES Indonesia
Top

search Search