TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kesehatan

Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Bisa Memperparah Demam

01/02/2018 - 03:28 | Views: 8.54k
ILUSTRASI. Terkena flu. (FOTO: lifesaverser.com)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Demam dan pilek membuat tubuh merasa tidak nyaman. Meski biasanya gejala pilek dan demam bisa mudah ditangani dengan beli obat di warung, ternyata ada beberapa kebiasaan yang justru memperparah gejala pilek dan demam Anda. Apa saja kebiasaan itu? Dilansir dari Hello Sehat, berikut kebiasaan yang bisa memperparah gejala pilek dan demam.

1. Minum Antibiotik
Baik pilek maupun demam paling sering disebabkan oleh infeksi virus. Jika Anda memilih konsumsi antibiotik, sebenarnya Anda telah melakukan hal yang salah. Pasalnya, minum antibiotik hanya akan membuat bakteri dalam tubuh menjadi resisten.

Artinya, jika Anda terkena infeksi bakteri lagi di kemudian hari dan mengatasinya dengan antibiotik, maka khasiat obat menjadi tidak berfungsi. Gejala pilek dan demam pun akan semakin parah dan tak kunjung sembuh.

2. Konsumsi Vitamin C Dosis Tinggi
Vitamin C dinilai mampu melawan segala penyakit, mulai dari pilek hingga kanker. Namun, penelitian baru-baru ini mencatat bahwa konsumsi vitamin C tidak terbukti menurunkan gejala pilek maupun demam dalam waktu singkat.

Konsumsi vitamin C dosis tinggi justru memunculkan penyakit lain, salah satunya diare. Dalam beberapa kondisi bahkan dapat meningkatkan penyerapan hingga toksisitas zat besi.

3. Mengonsumsi Banyak Obat Tanpa Resep Dokter
Obat yang dikonsumsi sekaligus tanpa anjuran dokter bukan malah mempercepat penurunan gejala pilek dan demam, justru dapat menimbulkan interaksi obat dalam tubuh secara berlebihan.

Oleh karena itu, pastikan untuk minum obat pilek dan demam hanya sesuai dengan anjuran dokter. Tanyakan pada dokter apakah obat tersebut dapat dikonsumsi bersamaan dengan obat lainnya, terutama jika Anda mengidap penyakit penyerta lainnya.

4. Terlalu Sering Menggunakan Semprotan Hidung
Beberapa obat pilek dan flu memang dapat membantu mengurangi gejala yang dirasakan. Misalnya, semprotan dekongestan atau semprotan hidung dapat membantu mengurangi sumbatan ingus di hidung. Akan tetapi jika terlalu berlebihan, pengobatan ini justru memberikan efek sebaliknya.

Jika Anda menggunakan semproten dekongestan minimal tiga sampai empat hari berturut-turut, membran hidung Anda malah akan semakin membengkak. Jadi, gunakan obat ini hanya dengan resep dokter sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

5. Kurang Minum
Setiap kali Anda sakit, maka kebutuhan cairan Anda semakin meningkat. Pasalnya, cairan berguna untuk membantu mencairkan lendir yang tersumbat di hidung sehingga virus-virus yang terperangkap dapat keluar melalui ingus. Semakin Anda kurang minum, gejala pilek dan demam Anda akan semakin meradang.

Selain dengan air putih, Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum jus yang diencerkan, teh panas, atau sup kaldu yang dapat membantu melegakan gejala pilek dan demam.

6. Kurang Tidur
Anda benar-benar membutuhkan waktu tidur yang ekstra saat terkena pilek atau demam. Pasalnya, tidur dapat membantu tubuh melawan infeksi yang membuat Anda sakit. Meski terdengar klise, namun cara ini dapat membantu mempercepat kesembuhan dari pilek dan demam yang Anda alami.

Sebuah studi menunjukkan bahwa tidur kurang dari 7 jam setiap malam dapat meningkatkan risiko terkena flu hingga tiga kali lipat. Jika gejala pilek dan demam membuat Anda sering terbangun di tengah malam, Anda dapat menyiasatinya dengan tidur lebih awal atau tidur siang yang cukup. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search