TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Begini Tradisi Warga Probolinggo Saat Gerhana Bulan

01/02/2018 - 06:09 | Views: 3.32k
Seorang warga mematut diri saat gerhana bulan (FOTO: Happy/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, punya tradisi tersendiri saat terjadi gerhana bulan. Warga beramai-ramai keluar rumah, memukul semua benda, dan mematut diri.

Tradisi yang disebut ‘bulen gering’, telah dilakukan secara turun temurun, sejak dulu kala. Tradisi pertama kali dilakukan dengan menabuh kentongan di balai desa setempat. Selanjutnya, pria di seluruh desa memukul segala macam benda, ternak, hewan peliharaan, dan tanaman. 

Selain itu, warga yakin, dengan memukul-mukul benda tersebut, juga bisa mendatangkan berkah.
“Tujuannya, agar semua yang dipukul itu bangun. Kepercayaan warga setempat, saat bulen gering atau gerhana bulan ini, tersembunyi malapetaka. Dibangunkan itu, tujuannya agar selalu waspada dan bisa menangkal mara bahaya itu,” kata Busar (45), Rabu (31/1/218) malam.

Warga juga mencuci muka dengan air kembang yang diletakkan di pekarangan. Lalu bersolek di depan cermin. Tujuannya, agar bisa secantik rembulan. Seperti yang dikatakan Saadiyah, setiap kali ada gerhana bulan atau bulen gering, selalu diajarkan seperti itu oleh orang tuanya.

Di kawasan Probolinggo sendiri, bulan nampak merah seperti darah sejak pukul delapan, Rabu malam. Masyarakat tetap antusias menonton, walau sesekali bulan tertutup awan. (*)

Jurnalis: Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search