TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik
Ini Pilihanku

Saya Suka Gus Ipul, Tapi Saya Pilih Khofifah

01/02/2018 - 08:09 | Views: 6.86k
Edi Nasrul SH. (FOTO: Lely Yuana/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Perhelatan Pilgub Jatim 2018 sudah di ambang mata. Dua kubu dipastikan berlomba merebut hati masyarakat. Ada yang pro pasangan calon (paslon) Gus Ipul - Puti Guntur Soekarno, ada juga yang mati - matian bela Khofifah - Emil Elestiano Dardak. Lantas apa kata rakyat Jatim soal sosok pemimpin idaman mereka ? 

Seorang pemimpin sejatinya adalah imam dan panutan. Tidak asal comot, dan butuh kerja nyata, kredibilitas maupun sepak terjang sangat mempengaruhi image branding pemegang tampuk kekuasaan.

Setidaknya hal itu menjadi curahan isi hati Edi Nasrul SH. Bapak empat orang putri yang tinggal di Bilangan Karah Surabaya tersebut, mengaku mengagumi sosok Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul (GI). Bagi Edi, GI merupakan figur yang low profile. Tapi, ketika ditanya apakah di Pilgub Jatim nanti ia akan memilih GI? Jawabannya sedikit mengejutkan, karena ia memilih tidak.

“Bu Puti belum terlalu dikenal di Wilayah Jatim, seharusnya mulai sekarang harus lebih sering road show di Jatim untuk mengimbangi nama besar Khofifah dan agar lebih dikenal oleh masyarakat Jatim. Untuk pilihan, pada hari H kan sifatnya rahasia bisa saja saya berubah fikiran,” terangnya.

Saat ditanya dengan siapa seharusnya GI bersanding ?

“Sebenarnya dengan Anas pasangan yang sangat pas, ya saya kecewa saat Anas mengembalikan mandatnya, kalau kita lihat dia bisa memajukan Banyuwangi kan kelihatan kerjanya,” ujarnya memberi alasan.

Bagaimana dengan Khofifah? Meskipun sebagai pilihan pengganti, setidaknya pamor Khofifah mampu memikat Edi Nasrul untuk tidak golput.

“Khofifah saya lihat selama menjabat sebagai menteri lumayan, masih perhatian terhadap masyarakat dan mau turba (turun ke bawah)  seperti Ibu Risma,” sambungnya.

Apapun pilihan Edi dan siapapun yang jadi nanti, pastinya sebagai masyarakat Jatim ia berharap Jatim aman, ekonomi lancar, dan bersih dari korupsi. Agar bisa membangun Jatim ke depan, gubernur dan wakilnya harus benar - benar menjalankan roda kepemimpinan dalam 5 tahun dengan sepenuhnya. 

“Jangan sampai disibukkan oleh pencalonan ke 5 tahun berikutnya. Tunjukkan kerja nyata, pasti masyarakat akan memilih, karena masyarakat Jatim adalah masyarakat yang realistis,” kata Edi. (*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search