TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Gaya Hidup

Designer Arema yang Nyentrik Muncul di Malang Fashion Trend 2018

01/02/2018 - 08:47 | Views: 3.45k
Karya Arema, Aldre, yang nyentrik juga sempat memaku penonton pada ajang Malang Fashion Trend 2018. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada satu lagi designer muda asli Arema yang menarik untuk disimak karena selalu menyuguhkan karyan nyentrik dalam setiap koleksinya. 

Anak muda kelahiran Malang 23 Juli 1991 ini tergabung di Indonesia Fashion Chamber (IFC) Surabaya.

"Beauty is overrated. Fashion itu bukan harus terlihat cantik atau ganteng, tapi bagaimana membuat orang percaya diri saat memakainya," kata Aldre kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (1/2/2018) siang.

ALDRE.jpg

Anak muda kelahiran Malang 23 Juli 1991 ini tergabung di Indonesia Fashion Chamber (IFC) Surabaya.

Dalam membuat karya, Aldre selalu mencari inspirasi dari lingkungan terdekat. Pada karya awal, ia lebih suka mencari muse (sumber inspirasi) dari teman-temannya yang mempunyai masalah dengan kehidupannya.

Ia lantas mencontohkan pada koleksi spring summer 2015 yang dibuatnya. Koleksi  berjudul bipolar, yang ia dedikasikan untuk temannya yang bipolar.

Namun belakangan, koleksi yang dibuatnya lebih terinspirasi  pengalaman pribadi, kejadian-kejadian yang ia alami, seperti novel yang ia buat. 

Saat mencari inspirasi dan proses desain, bukan hanya inspirasi secara visual yang ia buru, tapi juga pendengaran dan sentuhan atau tekstur. Saat karya sudah terbentuk, karya ini akan menjadi koleksi yang cukup memorable dan sangat personal. 

"Setiap detail di setiap pieces punya arti tertentu atau perlambangan tertentu yang memang sengaja saya posisikan tidak literal," ujarnya. 

Dalam pagelaran Malang Fashion Trend 2018 beberapa waktu lalu ia membedah Aldrè loves to present a trilogy collection. Ia menampilkan sebuah akumulasi dari trilogy collectionnya yang berjudul LIMBO : a memoir. 

Koleksi itu terinspirasi dari novel yang sedang ia buat  berjudul LIMBO. LIMBO adalah dunia fiksi baru, dunia di mana manusia tidak diterima di surga ataupun neraka. 

Secara visual, ia menggunakan teknik digital print, menggunakan print karakter-karakter yang ada di novel LIMBO. Juga menggunakan siluet yang oversize untuk memberikan kesan avant garde tapi tetap wearable. 

Warna yang digunakan hitam, abu-abu, putih dan hijau tua, serta dihiasi dengan pop color yang warnanya tetap dark seperti dark maroon, dark green, dan dark blue untuk memberi kesan dramatis dan sedih yang sejalan dengan tone dari novel LIMBO.

Salah satu key piece dari koleksi ini adalah Obi Aldrè. Obi adalah aksesoris yang bisa dipadu padankan dengan baju apapun. Obi Aldrè ini  dibuat bertujuan untuk elevates  any look , sehingga plain white shirt  bisa menjadi terkesan high fashion dan sangat stylist. (*)

Jurnalis: Widodo Irianto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search