TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Ada Bayi di Irigasi Kampung, Ternyata Begini Kisah Pilunya

12/01/2018 - 23:25 | Views: 16.35k
ILUSTRASI: Police Line (FOTO: Imadudin/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ibu yang diduga pembuang bayi di saluran irigasi Jalan Joyo Tambaksari, Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Kamis (11/1/2018) telah ditemukan. 

Wanita berusia 23 tahun, UYRU ditemukan warga setempat, pada Kamis (11/1/2018) malam, di kosnya di Jalan Joyo Tambaksari, Merjosari, Kota Malang, Jawa Timur. 

Mahasiswi di Kota Malang ini diamankan warga saat hendak keluar dari kos pukul 18.00 WIB dengan menggunakan taksi online. 

Ketua RT setempat, Edy Harianto, bersama warga yang sempat curiga saat itu meminta masuk kembali UYRU dan memberikan pertanyaan. 

"Sebelum ia pergi, kami datangi dulu dan sopirnya kami suruh pergi,” kata Edi. 

Setelah itu, warga sepakat untuk membawa UYRU ke Polsek Lowokwaru.

Sementara itu, Pendamping psikologis WCC, Maryam Jameela, mengatakan bahwa UYRU merupakan korban pemerkosaan. 

Ia mengatakan kronologinya berawal saat sembilan bulan lalu, ia diperkosa oleh teman dari temanya. "Dia diperkosa oleh orang tak dikenal pada sembilan bulan lalu," kata Maryam.

Setelah itu, ia menyadari akibat peristiwa itu telah hamil. Upaya pun dilakukan untuk mencari pria melakukan perbuatan tersebut tanpa melaporkannya ke pihak kepolisian atas peristiwa yang menimpanya.

Maryam-Jameela.jpg Pendamping Psikologis Women’s Crisis Centre (WCC), Maryam Jameela (FOTO: Imadudin/TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Namun sayang, upaya yang dilakukannya kandas, saat pria yang memperkosa UYRU dikabarkan melarikan diri ke Kalimantan.

"Ia pun berusaha merawat anak yang dikandungnya, tanpa memberitahukan pada orang tuanya," terangnya.

Ditengah kondisi itu, UYRU sempat bekerja serabutan untuk menghidupi dirinya dan bayinya. Akan tetapi, hingga saat akan melahirkan, ia tak berhasil mengumpulkan uang untuk pergi ke rumah sakit. 

Bahkan ia pun sempat akan diusir karena menunggak bayar kos. "Dia gak kabur dari kos, ia diusir karena menunggak bayar kos. Ia sudah berencana mau rawat anak itu dengan pindah ke tempat lain yang lebih murah," jelasnya.

Sebelum membuang bayinya, URYU mengaku sudah merasakan kontraksi pagi hari saat berada di kampus. Karena tak adanya biaya, ia terpaksa melahirnya di kos pada Rabu (10/1/2018). 

"Saat dilahirkan bayinya ternyata sudah meninggal. Dalam keadaaan bingung, akhinya dia dibuang. Dia sangat menyesali itu," katanya.

UYRU dikatakan Maryam, merupakan tulang punggung keluarga dan mempunyai dua adik di Sidoarjo. Ayahnya sudah meninggal, dan ibunya juga sedang mengalami sakit parah.

Sementara itu, sampai saat ini proses penyidikan dari pihak kepolisian masih terus berlanjut. Kasus ini saat ini tengah ditangani Unit PPA Polresta Malang.(*)

Jurnalis: Imadudin Muhammad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : TIMES Malang
Top

search Search