TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Universitas Jember Bantu PTPN XII Melalui Penelitian

01/02/2018 - 10:46 | Views: 5.54k
ILUSTRASI: Perkebunan Teh. (Foto: Tempo)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Universitas Jember melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mulai melibatkan diri untuk membantu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII menuntaskan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi oleh perusahaan plat merah tersebut. Rintisan ini dimulai dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para peneliti dari berbagai disiplin di Kampus Tegalboto, dengan jajaran manajemen PTPN XII.

Achmad Subagio, Ketua LP2M Universitas Jember mengatakan bahwa FGD yang dilaksanakan beberapa waktu lalu tersebut  akan mengubah paradigma penelitian yang sebelumnya berorientasi kepada peneliti, menjadi penelitian yang berorientasi pada pasar atau kondisi lapangan.

Menurutnya, selama ini masih ada peneliti yang melaksanakan penelitian berdasarkan kebutuhannya. Sehingga hasil penelitiannya seringkali tidak bisa diaplikasikan di lapangan.

"Akhirnya kampus menjadi menara gading,” kata Subagio dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (1/2/2018).

Sementara itu, dipilihnya PTPN XII sebagai mitra karena PTPN XII dianggap memiliki kedekatan sejarah dengan Universitas Jember. Banyak alumni Kampus Tegalboto yang berkiprah di PTPN XII. Sebaliknya, sudah banyak dosen dan mahasiswa Universitas Jember yang melakukan penelitian di berbagai kebun yang dikelola PTPN XII.

“Rencananya bakal ada FGD kecil setiap minggu dan FGD besar setiap bulan dengan mitra yang berbeda,” imbuh pakar tepung singkong ini.

Sementara itu dalam paparannya, Yualianto dari PTPN XII, menjelaskan saat kalangan perusahaan perkebunan menghadapi problem di bidang internal terkait teknis perkebunan dan problem eksternal.

Di bidang internal, perusahaan perkebunan khususnya di Pulau Jawa sudah tidak mungkin lagi memperluas lahan, sementara kesuburan tanah makin lama makin turun. Hal tersebut ditambah dengan adanya perubahan iklim yang mendera.

Problem itu membuat produktivitas berbagai komoditas perkebunan turun. Padahal pembeli tidak hanya mensyaratkan hasil panen yang baik, namun wajib mematuhi berbagai aturan yang telah berlaku secara internasional.

“Sudah semenjak bulan November tahun lalu hingga kini hujan turun tak menentu, sehingga kita kesulitan menyadap getah karet,” keluh Yualianto yang juga manajer Kebun Kalisanen tersebut.

Di sisi eksternal, terjadi perubahan sosial budaya di bidang pertanian dan perkebunan. Menurut Yualianto, saat ini tidak banyak anak muda yang tertarik untuk bekerja di bidang pertanian dan perkebunan.

“Kebanyakan karyawan kami di lapangan sudah berusia tua sehingga produktivitasnya juga terbatas, oleh karena itu kami butuh sistem dan alat yang membantu dalam pekerjaan sehari-hari, misalnya alat untuk menyemprot hama yang efisien dan praktis dengan tenaga kerja minim,” tutur alumnus Fakultas Pertanian Universitas Jember ini.

Manajer Kebun Renteng Agus Khusnin Santoso menambahkan, permasalahan lain yang cukup menganggu adalah terkait sengketa kepemilikan lahan antara PTPN XII dengan pihak perorangan maupun instansi. “Untuk itu kami mohon pendampingan dari kawan-kawan peneliti sosial humaniora di Universitas Jember seperti dari FISIP, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Budaya selain tentunya kawan-kawan yang bergerak di bidang pertanian dan eksakta,” ujar Agus berharap.

Permasalahan yang dihadapi oleh PTPN XII, mendapatkan tanggapan. I Dewa Ayu Susilowati, Ketua Kelompok Riset Kopi Universitas Jember yang juga seorang dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember.  Ayu mengatakan, pihaknya menawarkan kerja sama guna meneliti dan mengembangkan potensi kopi melalui kelompok riset yang dipimpinnya. Menurutnya kopi tidak hanya sebagai produk minuman saja.

"Tapi kopi juga punya banyak potensi seperti pengolahan limbah kopi sebagai pupuk dan bahan bakar," imbuhnya. (*)

Jurnalis: Dody Bayu Prasetyo
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search