TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

KPK Periksa Bupati Nonaktif Kukar Sebagai Tersangka Pencucian Uang

01/02/2018 - 13:30 | Views: 3.58k
Bupati Nonaktif Kuatai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari saat tiba di gedung KPK. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Bupati nonaktif Kuatai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari kembali menjalani pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Rita diperiksa sebagai tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). "Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka kasus TPPU," jelas juru bicara KPK Febri Diansyah.

Bersama dengan Rita, penyidik juga memeriksa tersangka lain yakni Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB), Khairudin. Belum diketahui, apakah dalam pemeriksaan keduanya akan dikonfrontasi ihwal kasus tersebut.

Baik Rita maupun Khairudin kini sudah selesai menjalani pemeriksaan di KPK. Namun, saat keluar dari gedung KPK, mereka enggan menjelaskan materi pemeriksaan penyidik kepada awak media.

"Saya tidak berkomentar. Doanya aja yaa," beber Rita singkat. 

Khairudin.jpgKomisaris PT PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin. (FOTO: Hasbullah/TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id))

Tambahan informasi, KPK menetapkan Rita dalam tiga perkara suap. Pertama, Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Keduanya diduga telah menerima Rp436 miliar yang merupakan fee proyek, fee perizinan, dan fee pengadaan lelang barang dan jasa dari APBD selama menjabat sebagai Bupati Kukar.

Kedua, Rita dan Khairudin juga ditetapkan sebagai tersangka suap bersama dengan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima, Hery Susanto Gun alias Abun. Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar dari Abun terkait pemberian izin operasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan kelapa sawit PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman.

Sedangkan yang ketiga, Rita dan Khairudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. Rita bersama Khairudin diduga menerima uang sekitar Rp6,97 miliar terkait dengan sejumlah proyek di Kabupaten Kukar. (*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search