Politik
Pilkada Kabupaten Probolinggo 2018
Banser dan Ansor Iringi Paslon Bupati, Ini Kata Ketua Ansor Probolinggo
13-02-2018 - 19:25 | Views: 12.06k
Puluhan Banser dan Ansor saat ikut mengiringi Paslon di Rapat Pleno terbuka penetapan nomor urut Paslon. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)
Puluhan Banser dan Ansor saat ikut mengiringi Paslon di Rapat Pleno terbuka penetapan nomor urut Paslon. (FOTO: Dicko W/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Puluhan Banser dan  Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) tampak ikut mengiringi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo, saat pelaksanaan Rapat Pleno terbuka penetapan nomor urut dua Paslon di Islamic Centre Kraksaan, Kabupaten setempat, Selasa (13/2/2018).

Padahal, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menegaskan secara organisasi tidak boleh menarik diri ke panggung politik praktis, meskipun banyak kader Ansor yang terlibat dalam perhelatan Pilkada 2018.

Tampak pada acara tersebut, puluhan Banser dan sejumlah anggota Ansor yang memakai almamater Ansor, turut serta mengumandangkan yel-yelnya pada salah satu Paslon.

Terkait hal itu, Ketua Ansor Kabupaten Probolinggo, Muchlis mengatakan, keterlibatan sahabat Ansor dan Banser saat ini dan mungkin selanjutnya, itu ada sejarahnya. Pada Pleno PCNU Kabupaten Probolinggo, yang dihadiri PCNU Syuriah dan PCNU ranting, minta pada Incumbent Tantriana Sari, untuk melanjutkan kepemimpinannya di Kabupaten Probolinggo dan meminta Banser dan Ansor selaku garda terdepan NU untuk mengawal kebijakan NU.

“Itu bukan mengawal ibu Tantri. Seandainya Ketua Ansor Kabupaten Probolinggo sebagai Calon Bupati, maka mereka akan mengawal saya hari ini. Itu Pleno yang pertama,” jelas Muchlis, saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Ia mengungkapkan, pada pleno kedua, yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Probolinggo, yang diikuti PCNU se-Probolinggo raya, kembali meminta pada bu Tantri dan pak Timbul, harus melanjutkan kepemimpinannya karena dirasa kemanfaatannya untuk warga nahdliyin. 

“Seperti yang disampaikan KH. Mutawakkil Alallah (Ketua PWNU Jatim) bahwa PWNU Jatim netral, tapi pengurus NU dan kader Ansor, wajib memilih kader terbaik. Contohnya Gus Ipul, karena NU dan Ansor tidak bisa kemana-mana tapi kader Ansor tidak boleh berdiam diri, ketika melihat pemimpin dari NU yang mau berjuang, karena disitu melekat hal politik,” kata Muchlis. (*)

Pewarta
: Dicko W
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rizal Dani
Sumber
: TIMES Probolinggo
Follow Us!
Member Of
Baca TIMES Indonesia Yuk