TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan
Pelatihan Jurnalistik

UWG Malang Terus Membangun Produktivitas Karya Populer

14/03/2018 - 10:31 | Views: 14.71k
Pelatihan Jurnalistik Universitas Widyagama (UWG) Malang, Jawa Timur, bekerjasama dengan TIMES Indonesia, di ruang Pusat Pengembangan Karir (P2K) UWG Malang, Rabu (14/3/2018) pagi. (FOTO: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas menjadi rumah ilmiah dalam sektor apapun. Dari kampus, lahir kaum inteletual. Karenanya, dari kampus harus lahir karya populer yang edukatif untuk publik.

Menuju langkah tersebut, Universitas Widyagama (UWG) Malang, Jawa Timur, bekerjasama dengan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), menggelar pelatihan Jurnalistik, yang diikuti oleh jajaran dekan dan wakil dekan, petinggi LPPM, BPM, PPM, jurusan/prodi dan lembaga terkait lainnya yang ada di UWG.

Pelatihan tersebut digelar di ruang Pusat Pengembangan Karir (P2K) UWG Malang, Rabu (14/3/2018) pagi.

Dalam pelatihan itu, hadir membuka pelatihan dan memberikan sambutan, Dr Prof Sukamto, Sukamto, MS, Wakil Rektor I (Bidang Akademik). 

Pelatihan-Jurnalistik-UWG-2.jpg

"Sudah setahun kita melakukan kerjasama dengan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id)," kata membuka sambutannya.

Menurut Prof Sukamto, saat ini UWG terus melakukan aneka inovasi dan membangun produktivitas serta publikasinya. Mulai dari kekayaan intelektual demi membuat reputasi kampus ilmiah dan karya yang populer.

Pelatihan jurnalistik tersebut katanya, menuju proses karya yang populer yang dibaca publik secara umum. 

"Kegiatan apapun yang ada di kampus, diupayakan terpublis untuk memberikan ilmu kepada publik," katanya.

Karya populer itu dicontohkan oleh Prof Sukamto, salah satunya adalah karya dosen atau mahasiswa yang sudah terbukti secara ilmiah. Bagaimana bisa dibaca publik. Karenanya, harus menulis di media.

"Jika kita lihat, masih banyak sekali karya dosen dan mahasiswa yang belum populer. Ini harus diangkat ke publik," katanya.

Selain itu, sangat banyak prestasi mahasiswa atau dosen dan prestasi kampus yang perlu diketahui dan dipahami publik. "Karenanya, harus dipublis dan UWG harus menjadi kampus idola dan reputasi kampus menjadi terbaik. Memberikan yang terbaik pada masyarakat," katanya.

Pelatihan-Jurnalistik-UWG-3.jpg

Lebih lanjut Prof Sukamto menyampaikan, bahwa program yang dilahirkan oleh UWG harus juga diketahui oleh publik. Seperti program beasiswa untuk mahasiswa kurang mampu tapi prestasinya luar biasa. 

"Misalnya, ada anak penjual gorengan dapat beasiswa karena berprestasinya. Ini program baik yang terus dilakukan oleh kita," katanya.

Prof Sukamto menambahkan, kampus UWG juga berencana akan menjadi kampus hijau (Go Green). "Saat ini masih dalam proses kajian. Semoga bisa dicapai," pungkasnya. (*)

Jurnalis: Imadudin Muhammad
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search