TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Keponakan Novanto Bantah Bagi-Bagi Duit E-KTP Pakai Kode Vodka dan Chivas

14/03/2018 - 12:35 | Views: 2.66k
Suasana Sidang lanjutan kasus korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto (Setnov) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2018). (FOTO: Hasbullah/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan Irvanto Hendra Pambudi dipersidangan kasus korupsi proyek E-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Dalam persidangan, Majelis Kakim mengkonfirmasi soal kebenaran dari saksi Muhammad Nur alias Ahmad yang menyebut Irvanto menulis pembagian duit E-KTP di secarik kertas dengan kode minuman beralkohol.

"Saudara benar kasih tanda minuman di kertas, betul tidak? " tanya hakim.

Irvanto menjawab tidak betul, bahkan dia bersedia dikonfrontir dengan Ahmad maupun ‎Riswan alias Iwan Barala, marketing manager PT Inti Valuta.

"Itu tidak betul yang mulia. Saya siap dikonfrontir dengan Ahmad maupun Iwan," sanggah Irvanto.

Diketahui, dalam sidang korupsi proyek E-KTP pada Senin (12/3/2018), Ahmad dikonfrontir dengan saksi Riswan alias Iwan Barala, marketing manager PT Inti Valuta.

Ahmad yang dihadirkan sebagai saksi mengungkapkan adanya dugaan kode yang digunakan untuk menyamarkan uang panas proyek E-KTP. Uang tersebut diduga akan diberikan untuk anggota DPR.

Ahmad mengaku sempat mendengar adanya permintaan dari bosnya, Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi yang akan mengubah sebutan biru, kuning dan merah dengan nama jenis-jenis alkohol.

"Waktu itu terakhir Pak Irvanto (ngasih) kertas selembar, dia bilang ini buat Senayan dan mengganti dengan kode-kode biru dan kuning dengan nama minuman (alkohol)," ungkapnya saat bersaksi. 

Ahmad mengungkapkan Irvanto memberikannya sejumlah uang. Setelah uang itu diterima Ahmad, Irvanto yang juga keponakan Setya Novanto menunjukkan kertas selembar yang berisi sejumlah catatan dengan menggunakan kode minuman alkohol.

"Saya melihat agak sekilas, dia bilang sih pokoknya merah dengan McGuire, kuning dengan Chivas Regal, ‎dan biru dengan Vodka. Ditulis Irvanto di kertas selembar," paparnya.

Tak hanya itu, Irvanto juga mencatat pembagian jumlah uang yang diduga untuk para fraksi di DPR. Sayangnya, Ahmad mengaku lupa dengan jumlah uang yang diduga akan dibagikan ke tiga fraksi di DPR.

"Saya agak lupa. Saya enggak terlalu lihat ada pembagian. Cuma kode-kode saja," katanya.

Kode aliran dana E-KTP ini mengonfirmasi surat dakwaan KPK terhadap dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. 

Dalam surat dakwaan itu terdapat tiga partai yang disebut menerima uang panas E-KTP, yakni, Partai Golkar sebesar Rp 150 miliar, Partai Demokrat sebesar Rp 150 miliar, dan untuk PDIP sejumlah Rp 80 miliar.

Aliran dana kepada ketiga partai itu disamarkan dengan menggunakan kode warna. Kode merah untuk PDIP, kuning untuk Golkar, dan Demokrat diberi kode biru.(*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search