TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Abu Jenazah Pendiri Matahari Dilarung di Bali

14/03/2018 - 13:54 | Views: 2.66k
Jenazah almarhum Heri Darmawan saat akan dikremasi di ruang Krematorium Kertha Semadi Mumbul Nusa Dua Badung Bali. Rabu (14/3/2018).(FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Jenazah pendiri Matahari Departement Store, telah dikremasi di ruang Krematorium Kertha Semadi.

Jenazah dikeramasi di Mumbul Nusa Dua, Badung Bali. Rabu (14/3/2018) siang.

Sebelumnya dilakukan kebaktian keluarga terlebih dahulu di Rumah Duka Kertha Semadi Denpasar, lalu dilanjutkan proses kremasi di Mumbul.

Meski hujan menyambut, para sanak keluarga dan kerabat serta puluhan kariyawan mengikuti prosesi penghormatan terakhir untuk almarhum Hari Darmawan.

Jenazah-almarhum-Heri-Darmawan-A.jpg

Para keluarga, terlihat bersedih hati dan menetaskan air mata ketika harus melepas Hari Darmawan saat di kremasi. 

Martinus Parera, sebagai panitia persemayaman almarhum Heri Damawan, menyampaikan bahwa dari pihak kelurga sudah ikhlas dan bersyukur karena prosesi kremasi mulai dari keberangkatan berjalan dengan baik.

"Tentu kita, atas nama keluarga mengucapkan terimakasih dan bersyukur karena semuanya dilancarkan," ucapnya. Rabu (14/3/2018).

Jenazah-almarhum-Heri-Darmawan-B.jpg

Untuk abu jenazah Hari Darmawan yang akan di larung di pantai. Martinus, menyampaikan akan dititipkan dahulu di Krematorium Kertha Semadi, karena mengingat kegiatan upacara Melasti umat Hindu ada di berbagai tempat agar tidak ada tabrakan kesibukan. 

"Dari pihak keluarga direncankan abu beliau untuk sementara dititpkan. Jadi, tidak dilarung karena menunggu waktu yang tepat dan baik. Untuk waktunya bisa satu bulan dan setengah bulan. Namun pasti akan di larung di Bali," imbuhnya.

Menurut Martinus, untuk kondisi dari kelaurga almarhum tentunya saat ini berduka. Namun, dari piihak keluarga sudah mengikhlaskan karena mungkin hal ini sudah yang terbaik.

"Semua keluarga almarhum datang, dari keluarga yang berada di Singapura, Jakarta dan Makassar. Semua anak-anak dan cucu beliau datang," tutupnya. (*)

Jurnalis: Muhammad Khadafi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search