TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kesehatan

Lemas setelah Sarapan, Apa Penyebabnya?

22/04/2018 - 04:17 | Views: 1.16k
Lemas setelah sarapan. (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tahukah Anda sarapan lebih dari sekadar pengganjal perut? Ya, sarapan tak hanya membuat membuat kenyang. Sarapan memberikan energi agar Anda dapat beraktivitas dengan baik, kerja otak lebih optimal, dan tidak cepat mengantuk. Namun, ada juga yang mengalami badan lemas setelah sarapan. Apa yang menyebabkan hal ini?

Dilansir dari Klik Dokter, kondisi badan lemas setelah sarapan dikaitkan dengan konsumsi makanan tertentu yang menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara cepat namun dalam waktu singkat kembali menurun. Biasanya kondisi ini diakibatkan mengonsumsi makanan yang mengandung gula dan karbohidrat tinggi.

Dalam bahasa medis, kondisi ini dinamakan postprandial somnolence atau sederhananya adalah food coma, yaitu kondisi yang membuat seseorang merasa mengantuk dan lemas setelah makan. Mengapa bisa terjadi?

Dijelaskan dr. Rio Aditya dari Klik Dokter, menu sarapan sangat memengaruhi pembentukan energi. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dalam kondisi puasa, tubuh mengalami kekurangan glukosa atau gula. Karena itu, menu sarapan haruslah sesuatu yang mengandung glukosa.

Mendengar kata “glukosa” yang terlintas di pikiran sering kali adalah roti dengan selai, nasi goreng, bubur ayam, atau donat. Memang makanan-makanan tersebut mengandung gula, tapi kandungan gulanya tinggi sehingga mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.

Beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut, Anda mungkin memang langsung merasa berenergi. Namun, tak lama kemudian Anda kembali lemas. Hal ini disebabkan oleh sebagian besar glukosa dari menu sarapan telah diserap dan digunakan oleh tubuh, sehingga yang tersisa hanya sedikit. Hal inilah yang menyebabkan badan lemas setelah sarapan. (*)

Jurnalis:
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Top

search Search