TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Aktivis GenBI Aktualisasikan Pendidikan Generasi Muda di Pedesaan

22/04/2018 - 21:49 | Views: 1.07k
Aktivis GenBI tengah mengajar anak-anak di Desa Sumber Rejo, Jember. (FOTO: Desi Wahyuningsih/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JEMBER – Pendidikan merupakan aspek terpenting dalam rangka pembangunan sebuah negara yang sejahtera. Generasi muda terutamanya kalangan anak-anak menjadi pionir penting dalam menopang keadaan Indonesia di masa depan.

Di bahu mereka, tumpuan harapan masa depan gemilang diletakkan. Meskipun demikian, terkadang kondisi pendidikan dan semangat belajar anak-anak yang tinggal jauh dari perkotaan luput dari perhatian khalayak umum.

Terkadang terkendala akses ke sekolah yang susah ataupun kesadaran individu yang membuat mereka terpaksa memutuskan untuk tidak melanjutkan bangku pendidikan. Berdasarkan latar belakang ini, para aktivis Generasi Baru Indonesia (GenBI) tergerak untuk melakukan pengabdian di bidang pendidikan.

Seperti pada Minggu (22/4/2018), para aktivis GenBI memberikan pengajaran kepada anak-anak nelayan di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Watu Ulo, Jember. Pengajaran yang diprakarsai oleh 27 orang aktivis ini mendulang antusias dari masyarakat sekitar maupun anak-anak peserta pengajaran itu sendiri. Hal ini dapat dilihat dari semangat peserta yang tidak luntur dari awal hingga akhir acara.

Kegiatan hari ini diisi dengan pengajaran tentang CIKUR (Ciri Keaslian Uang Rupiah), ajakan menabung hingga penyampaian motivasi dan cita-cita masa depan yang dikemas dengan sangat seru dan menggembirakan.

“Kami para penerima beasiswa Bank Indonesia (BI), memiliki beberapa bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan BiJar atau GenBI Mengajar ini merupakan salah satu aktualisasi pengabdian kami pada bidang pendidikan," ungkap Kirana Arsya Riyadi. 

Kirana sendiri merupakan salah satu anggota aktif GenBI yang juga sedang menyandang gelar mahasiswa di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. “Untuk pengajaran apa-apa saja yang akan diajarkan itu kondisional. Kami lihat dahulu kemampuan mayoritas peserta. Tak jarang kamj harus mulai dari nol, yakni dengan pengenalan huruf dan angka," tutur Kirana.

Selama melaksanakan progaram BiJar, aktivis GenBI telah mendatangi beberapa tempat selain di Desa Sumber Rejo. “Kami sudah menyelenggarakan program BiJar di daerah Sumber Jambe, Sukma Elang, Gardu Nelayan Puger, di Arjasa juga pernah," ungkap Kirana. 

“Masyarakat di kawasan Payangan sendiri, sejauh program yang berjalan ini dapat dikatakan sangat antusias," tambah Kirana.

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat yakni Suyitno atau yang akrab disapa Pak Yit. “Kalau antusisame anak-anak sendiri di sini ya sangat antusias. Bahkan terkadang anak-anak yang malah nanya, kapan belajar lagi? Kalau sudah gitu, ya saya bilang sabar, gurunya masih sibuk, gitu," ungkap Pak Yit.

Dari pembicaraan yang dilakukan, baik Pak Yit maupun Kirana dari GenBI memiliki garis besar kesamaan pendapat. Yakni harapan lebih banyak pihak yeng lebih sadar dan peduli tentang kondisi pendidikan generasi muda dan anak-anak di pedesaan. (*)

Jurnalis: Desi Wahyuningsih (MG)
Editor : Widodo Irianto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Top

search Search