TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Gelegar Sembilan Tahun Rocklaw Tampilkan Sederet 'Kartini Cadas'

26/04/2018 - 09:44 | Views: 4.01k
Ulang tahun Rocklaw kesembilan sekaligus menjadi ajang ‘Reunion Lady Rocker’ tanah air (FOTO: Lely Yuana/ TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Perayaan ulang tahun kesembilan komunitas musik Rocklaw terlihat berbeda. Bertepatan dengan Hari Kartini, Rocklaw mengemas musik rock dalam acara ‘Reunion Lady Rocker’ di Colors Pub Surabaya, Selasa (24/4/2018).

Sederetan musisi rock cantik tanah air turut meramaikan. Sebut saja Mel Shandy, Sylvia Saartje, Temmy Zenith, Norita and Cross Road, Lady Avisha, dan rocker muda Monik and Geekboys. Penampilan musisi senior dan musisi belia tersebut membuat pengunjung yang memadati lokasi tak henti menyorakkan yel - yel dan turut bergoyang mengikuti distorsi. 

Sylvia Saartje, wanita yang pertama kali memperoleh sebutan sebagai ‘Lady Rocker’ di Indonesia tampil atraktif di atas panggung. Membawakan lagu dari Janis Joplin ‘Lord Won’t You Buy Me a Mercedez Benz’ hingga Here We Go Again milik White Snake.

Tak ketinggalan, aksi panggung Mel Shandy mengusung lagu bergenre speed rock “Timur Tragedi” milik Power Metal membius penikmatnya. Lengkingan vokal Mel Shandy yang khas membuat mojang Bandung itu menuai banyak applaus. Pengunjung tak henti mengabadikan momen seru Selasa dini hari ini. Sebuah event emansipasi persembahan Rocklaw banjir pujian dari banyak kalangan.

“Selamat ulang tahun untuk Rocklaw, semoga makin jaya,” ucap Sylvia Saartje dari atas panggung.

Selain itu musisi kawak Gatuk ‘Gondes’ Witjaksono gitaris Surabaya Rock Band (SRB) turut menyumbangkan raungan gitarnya. Menambah panas suasana pesta, Laskar Metal serta Shadow cukup membuat Colors makin gerah.

Sembilan tahun mempertahankan eksistensi sebuah komunitas bukanlah perkara gampang. Suka duka mewarnai perjalanan, perjuangan mengibarkan gaung Surabaya sebagai markas musik cadas, hingga pengorbanan waktu karena masing - masing anggota memiliki kesibukan.

Namun semua halangan itu dibabat habis oleh komunitas yang digawangi oleh Dodon ini. Setiap Selasa malam, hampir dipastikan anggota berkumpul bersama guna membahas perkembangan musik rock di Surabaya. Hasilnya, beberapa album indie bergenre rock alternatif hingga nu metal digarap oleh Rocklaw. Tidak berhenti di situ saja, pendistribusian album pun telah sampai di beberapa kota besar. 

“Rocklaw adalah sebuah forum kebersamaan, dan kita berharap ada lintas generasi musisi rock berkumpul di sini,” terang Dodon saat dijumpai di sela - sela acara.

Mengusung konsep kebersamaan, Rocklaw menepis stigma negatif musisi rock. Musik cadas bukan berarti bebas, ada aturan yang harus dijunjung tinggi sebagai rocker yang hidup di bumi pertiwi. Saling menghormati, komunikasi sinergi untuk menghasilkan sebuah karya. 

“Kita berharap ada respect antara senior maupun yang muda sehingga bisa tular kemampuan,” sambung Dodon yang malam itu tampil bersama grup rock legendaris SRB.

Ia berharap di usia yang makin matang ini, Rocklaw bisa bersinergi dengan forum rock Kota Pahlawan lainnya untuk membangkitkan spirit musik gahar di Surabaya penuh keharmonisan. Seperti halnya slogan yang diusung Rocklaw, Unity (berkumpul), Awakening (bangkit), Solidarity (solidaritas) dan Respect (menghormati) karya antar musisi rock. (*)

Jurnalis: Lely Yuana
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Top

search Search