TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

H Abdul Fatah: Lailatul Qadar, Menuju Kesempurnaan Ibadah

07/06/2018 - 01:26 | Views: 2.58k
H Abdul Fatah (FOTO: TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Setelah penuh kegembiraan menyambut datangnya suci Ramadhan, pada pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam diberi kenikmatan yang tiada tara. Yakni, menyambut datangnya malam Lailatul Qadar, yang dinilai lebih baik dari seribu bulan. Lailatul Qadar adalah pembawa kesempurnaan dalam ibadah.

Semua umat Muslim, jika sudah masuk pertengahan Ramadhan, pada berbondong-bondong untuk memburu Lailatul Qadar. Ada yang tak henti-henti membaca Al Quran, baik di masjid, Musala atau rumah masing-masing.

Selain membaca Al Quran, ada yang tak henti-hantinya terus berdzikir, shalat sunah, terus bermunajat kepada Allah dan beramal baik kepada sesama. “Lailatu Qadar itu adalah kesempurnaan ibadah umat Islam,” kata H abdul Fatah, Kamis (7/6/2018) dini hari.

Menurut pria yang juga berprofesi sebagai Advokat itu, yang dimaksud dari “lebih baik dari seribu bulan” dalam Lailatul Qadar itu, umat muslim mengerjakan amalan yang diridhai dan disukai oleh Allah SWT, pada malam jatuhnya Lailatul Qadar.

Yang dimaksud amalan yang diridhai oleh Allah itu jelas Fatah, seperti mengerjakan shalat, berdoa, dan amalan baik lainnya yang diajarkan oleh Islam.

Fatah juga membeberkan, menurut Al-Mawardi di dalam kitab tafsirnya An-Nukat wal ‘Uyun, terdapat lima penafsiran populer mengenai maksud dari “lebih baik dari seribu bulan” itu. Pertama, bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari umur seribu bulan.

Kedua, beramal di Lailatul Qadar itu, lebih utama dari beramal seribu bulan di selain Lailatul Qadar. Ketiga, Lailatul Qadar itu, lebih baik dari seribu bulan yang tidak terdapat di dalamnya Lailatul Qadar. Keempat, beribadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik dari amalan yang dilakukan laki-laki yang berjihad di jalan Allah, meskipun selama seribu bulan. Kelima, beribadah saat  Lailatul Qadar lebih baik dari kekuasan Nabi Sulaiman selama lima ratus bulan dan kekuasaaan Dzul Qarnain selama lima ratus bulan,” beber pria kelahiran Sampang Madura itu.

Terakhir, Fatah menyampaikan, bahwa pada malam Lailatul Qadar itu, para Malaikat pada turun ke bumi membawa kabar gembira keselamatan buat umat Islam yang mau beribadah kepada Allah SWT.

“Karena itu, Siti Aisyah berkata, carilah malam Lailatul Qadar di hari 10 terakhir di bulan suci Ramadhan atau pada malam ganjil di bulan suci Ramadhan. Mari kita sambut datangnya Lailatul Qadar dengan melaksanakan ibadah dan amal baik, untuk menuju kesempurnaan ibadah kita (umat Islam),” katanya.(*)

Jurnalis: Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search