Peristiwa - Daerah
Kendaraan Dinas Pemkot Probolinggo Harus Belanja BBM Non Tunai
16-04-2018 - 18:08 | Views: 3.12k
Mobil dinas pejabat parkir di halaman belakang Pemkot Probolinggo (FOTO: Iqbal/TIMES Indonesia)
Mobil dinas pejabat parkir di halaman belakang Pemkot Probolinggo (FOTO: Iqbal/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sejak tiga bulan terakhir, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo, Jawa Timur, berkerja sama dengan SPBU untuk belanja BBM kendaraan dinas secara non tunai.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH); Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD); serta Bagian Umum Setda Kota Probolinggo, bekerja sama dengan SPBU Sukabumi, Jl Soekarno-Hatta, kota setempat.

Adapun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, bekerja sama dengan SPBU Sukoharjo di Jl KH. Hasan Genggong, kota setempat.

Dengan kerja sama ini, setiap kendaraan dinas dari OPD diberi jatah BBM dalam jangka waktu sebulan. Untuk mobil dinas Kijang Innova misalnya, jatah konsumsi BBM-nya selama sebulan ditetapkan sebanyak 120 liter.

Setiap kali memerlukan BBM, mobil dinas tinggal datang ke SPBU yang ditunjuk dan langsung melakukan pengisian. Sementara SPBU, akan menyatatnya untuk memastikan kendaraan tidak melebihi limit konsumsi BBM yang ditetapkan.

"Kalau jatahnya habis, ya tidak bisa ngisi lagi. Sebaliknya kalau jatahnya tidak habis dalam sebulan, kelebihan tidak bisa diambil di bulan berikutnya karena akan dikembalikan ke kas daerah," kata Kepala BPPKAD, Imanto, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Setiap akhir bulan, pihak SPBU menyerahkan laporan jumlah konsumsi BBM kendaraan dinas, berikut jumlah yang harus dibayar. Setelah itu, OPD akan membayarnya secara non tunai. 

"Dengan ini ada efisiensi dibandingkan sebelumnya," kata Imanto.

Sebagai contoh, ia menyebut 1 unit motor dinas yang semula konsumsi BBM-nya dijatah Rp 190 ribu/bulan. Dengan harga Pertamax Rp 8.900/liter, uang tersebut bisa membeli 21,34 liter Pertamax. 

Entah seluruhnya dibelanjakan untuk BBM/tidak, hal itu tak berpengaruh kepada jatah Rp 190.000 yang telah diteyapkan untuk motor tersebut.

Nah, setelah kerjasama dengan SPBU berjalan, motor tersebut ternyata menghabiskan 6 liter saja dalam sebulan. Bila diuangkan, motor itu hanya menghabiskan Rp 53.400. 

Dengan hitung-hitungan seperti itu, efisiensi yang diperoleh bisa lebih separuh. "Kerjasama ini berlaku untuk semua kendaraan dinas, baik roda empat atau roda dua," terang Imanto.

Ia menambahkan, jumlah OPD di lingkungan Pemkot Probolinggo yang bekerjasama dengan SPBU untuk belanja BBM non tunai, akan terus bertambah. (*)

Pewarta
: Muhammad Iqbal
Editor
: Faizal R Arief
Publisher
: Rizal Dani
Sumber
: TIMES Probolinggo
Follow Us!
Member Of