TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Dukung Amazing Blitar, Mahasiswa KKN UM Bikin Gerakan Literasi

07/06/2018 - 07:31 | Views: 7.85k
Mahasiswi KKN UM mengajari siswa SDN 3 Ngembul membaca literasi untuk amazing Blitar bidang pendidikan. (FOTO: Gissa/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BLITAR – Kelompok Mahasiswa KKN UM (Universitas Negeri Malang) mengadakan gerakan literasi di SDN 3 Ngembul, Kecamatan Binangun, Blitar, Jatim. Program ini diadakan untuk menciptakan generasi Indonesia hebat dan Amazing Blitar bidang pendidikan. 

Program kegiatan gerakan literasi ini disambut luar biasa oleh guru dan siswa.  Siswa yang jadi sasaran kelas 3 SDN Ngembul 3. 

“Literasi yang kami sosialisasikan di SD tidak hanya membaca saja. Namun juga menulis. Jadi sebelum kita melakukan kegiatan inti, kita harus mengenalkan tentang Literasi tersebut kepada anak,” ujar Linda, salah satu mahasiswi KKN UM.

Mahasiswi-KKN-UM-mlg.jpg

Program literasi ini dilaksanakan tanggal 31 Mei 2018. “Salah satu kunci dalam memperoleh pengetahuan adalah dengan membaca, karena dengan membaca, pemahaman dan wawasan kita akan bertambah, kemampuan dan pola berfikir lebih mendalam dan terarah, serta bisa memahami situasi dengan bijak. Kemudian dengan membaca akan membuat kemampuan menulis dan berbicara kita semakin terasah," jelas Linda Yuniarti.

Banyak anak yang mengira bahwa membaca merupakan suatu kegiatan yang sangat membosankan. Sehingga anak-anak sulit sekali untuk melakukan kegiatan membaca tersebut. Dari permasalahan ini, perlu adanya bimbingan dan pemahaman yang baik terhadap anak.

Data UNESCO tahun 2011 menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat minim. Dari seribu orang penduduk, nyatanya hanya satu yang punya minat baca tinggi. 

"Ini tentu sangat memprihatinkan. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat membuat keinginan membaca buku belum membaik," kata Linda Yuniarti, mahasiswi lainnya.

"Padahal dengan membaca buku kita akan tahu banyak hal karena salah satu sifat buku adalah selalu up to date. Meski usianya sudah puluhan, ratusan, bahkan ribuan tahun tapi masih relevan untuk dijadikan bacaan hari ini," sambungnya.

Hal senada juga disampaikan Dewi Anisa, mahasiswi KKN UM yang lain. “Untuk menumbuhkan minat baca terhadap anak harus dengan cara yang menyenangkan. Seperti mengajaknya bermain, bernyanyi sambil belajar. Dari kegiatan tersebut anak akan termotivasi untuk belajar dan minat baca mereka akan mulai tertanam pada mereka,” jelas Dewi Anisa.

Setelah anak membaca, kita tidak boleh membiarkannya begitu saja. “Agar pengetahuannya tidak hilang guru maupun orang tua dapat menyuruh anak untuk menceritakan kembali apa yang telah dibacanya. Setelah itu anak menuliskan karangannya dengan bahasanya sendiri,” jelas Dewi Anisa. 

Masa kanak-kanak merupakan masa di mana pertumbuhan dan perkembangan anak semakin cepat. Jika tidak dibarengi dengan pengetahuan yang benar terhadap anak maka pertumbuhan dan perkembangan ini tidak bisa berjalan dengan mestinya. 

Maka sebagai guru maupun orang tua bisa menanamkan budaya literasi ini sedini mungkin terhadap anak. Mulai dari membacakan cerita dongeng kepada anak sampai anak bisa menceritakan kembali kepada orang-orang terdekatnya.

Meskipun sosialisasi ini hanya berlangsung sehari, namun hal ini disambut luar biasa. Itu terlihat ketika mereka sangat senang dan mengikuti sosialisasi literasi dengan sangat antusias. 

Kepala Sekolah SDN Ngembul 3 Bapak Rianto, mengatakan bahwa “Budaya Literasi harus ditanamkan oleh anak-anak sejak dini. Saya berharap selain anak-anak, para orang tua dan guru harus mendapatkan sosialisi tentang budaya literasi ini. Karena masih banyak orang tua dan guru yang belum mengerti akan pentingnya budaya literasi,” jelas Kasek.

Dengan adanya budaya literasi semoga peran aktif sekolah dalam menumbuh kembangkan minat baca anak didik akan melahirkan generasi yang cerdas sehingga indeks perkembangan manusia Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. 

"Generasi yang hebat adalah generasi yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik bukan generasi yang hanya meneruskan yang sudah ada saja. Di tingkat lokal, ini juga sangat pas dengan tagline Amazing Blitar bidang pendidikan," ujar mahasiswa KKN UM ini. (*)

Jurnalis: Nana Ariani
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search