Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan
Kuliah Bakti Alumni FEB UB, Persiapkan Persaingan Dunia Kerja
17-04-2018 - 13:23 | Views: 15.44k
Pemaparan dari Alumni FEB UB dalam Rangka Kuliah Bakti Alumni (FOTO: ajp.TIMES Indonesia)
Pemaparan dari Alumni FEB UB dalam Rangka Kuliah Bakti Alumni (FOTO: ajp.TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya menggelar agenda rutin Kuliah Bakti. Kegiatan tersebut mengumpulkan alumni-alumni FEB UB yang telah sukses di dunia kerja kembali ke almamaternya untuk memberikan kuliah tamu guna membagikan ilmu, pengalaman serta motivasi kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Tujuan kegiatan ini untuk mempersiapkan diri dalam persaingan di dunia kerja yang akan dihadapi nanti. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung F FEB UB ini dihadiri oleh Dekan FEB UB, Wakil Dekan I FEB UB, Wakil Dekan II FEB UB, Kepala Tata Usaha FEB UB, beserta Dosen dan Mahasiswa  FEB UB.

FEB-UB-C.jpg

Kuliah Bakti Alumni kali ini menghadirkan pemateri R. P Jusuf Indarto, salah satu alumni Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UB yang merupakan mantan Kepala Kanwil DJBC Kalimantan Timur, dan Rizky Aditya Putra, salah satu alumni Jurusan Manajemen FEB UB, yang merupakan CEO muda dari CV. Putra Mahodenk Kotawaringin dan Founder dari Yayasan Islam EKTP.

Kuliah Bakti Alumni dibuka oleh sambutan dari Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Nurkholis, SE., M.Bus.(Acc)., Ak., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Kuliah Bakti Alumni ini lebih membahas tentang ilmu dan kasus yang terjadi di lapangan, sehingga diharapkan mampu menjadi bekal bagi mahasiswa FEB UB dalam menghadapi tantangan di dunia kerja yang sebenarnya di samping bekal dari ilmu-ilmu yang sudah didapatkan di bangku perkuliahan.

Sesi materi dipandu oleh Ketua Ikatan Alumni FEB UB, Mardiwibawa, SE., MM. Pada sesi pertama pemateri yang diisi oleh R. P Jusuf Indarto atau yang akrab disapa Yosi, mengatakan bahwa saat ini, dengan adanya perkembangan teknologi yang luar biasa dan informasi akurat yang mudah diperoleh, membuat persaingan dunia kerja semakin tinggi seiring dengan persyaratan tinggi yang ditetapkan oleh perusahaan.

Dalam penyampaiannya  Yosi mengatakan bahwa, pada setiap perusahaan membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi bawahannya. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menanamkan konsep pada bawahannya bahwa bekerja adalah ibadah, sehingga  karyawan memiliki karakter yang kuat dan tidak terpengaruh untuk memuaskan kepentingan pribadi. Selain itu, pemimpin juga harus mampu menjadi suri tauladan, mampu memberi dorongan moral bagi bawahannya, serta mampu berkoordinasi dengan pihak eksternal dengan arti positif.

FEB-UB-D.jpg

Sebagai penutup, Yosi memaparkan poin-poin penting yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, antaralain: Keluar dari zona nyaman, keep learning, be smart and creative, selalu bersyukur, menjadi berguna bagi sesama, dan percaya diri karena jika kita tidak memiliki pendirian kuat maka kita akan mudah terjerumus pada kasus-kasus yang tidak pernah kita lakukan.

Yosi menyampaikan harapannya bagi mahasiswa FEB UB untuk selalu kritis, menghormati hak-hak orang lain dan yakin bahwa generasi muda adalah pemimpin masa depan dan selalu mengedepankan nurani. Selain itu,  Yosi menekankan bahwa ketika menjabat dalam suatu jabatan, kita harus mengetahui tugas pokok, fungsi, wewenang, tanggungjawab dan dasar hukum dalam melaksanakan pekerjaan, serta tanggal dimulai dan diakhir suatu jabatan. Jangan merasa lebih tau dari orang lain, selalu meminta masukan dari orang lain, dengan rendah hati dan mengembangkan interpersonal yang baik.

Sesi kedua pemateri dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Rizky Aditya Putra. Rizky lulus dari jurusan Manajemen FEB UB pada tahun 2010. Hal yang menarik dari sosok Rizky adalah ia berhasil menjadi  salah satu lulusan terbaik dan mendapat kesempatan lulus dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya tanpa skripsi. Padahal ia mengatakan secara nilai akademis ia termasuk dalam kategori rendah.

Namun Rizky mampu membuktikan bahwa meskipun ia tidak cemerlang di bidang akademik, namun ia cemerlang dalam pengembanan bisnis di lapangan, terbukti dari kompetisi bisnis yang berhasil ia menangkan ketika masih menjadi mahasiswa di FEB UB. Rizky mengatakan bahwa “Sukses bukan lah masalah yang terbaik, tetapi sukses adalah bagaimana kita mampu berbuat baik dan bermanfaat”.

Rizky memulai perjalanan berwirausahanya dengan membuka distro pada tahun 2008 ketika masih menjadi mahasiswa FEB UB. Rizky mengatakan bahwa jika ingin menjadi pengusaha hal yang harus dilakukan pertama kali adalah menentukan passion.  “Jangan pernah takut gagal, karena hidup adalah sebuah perjuangan, dan perjuangan butuh semangat, dan semangat butuh keikhlasan. Kalau mau jadi pengusaha maka kita harus semangat,” pesan Rizky.

Seorang pengusaha yang baik tidak hanya berpandangan pada teori-teori bisnis saja, namun juga harus mampu berbaur dengan pengusaha lainnya, penuh rasa ingin tahu dan tidak pernah lelah untuk belajar dari pengusaha lain. Jangan membuang waktu mudamu dengan hal-hal yang tidak berguna. Rizky mengatakan bahwa ketika kita tidak memiliki soft skill dan hard skill yang bagus maka kita tidak akan menjadi apa-apa.

Kegiatan Kuliah Bakti Alumni ini mendapat antusiasme yang tinggi dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB, hal ini tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua pemateri. Selanjutnya, kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama dengan kedua pemateri.(*)

Pewarta
: M Khusaini (CR-093)
Editor
: AJP-5 Editor Team
Publisher
: Sholihin Nur
Follow Us!
Member Of