TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Kurmatif, Cara Tradisional Mahasiswa TI UWG Malang Saat Berbuka

10/06/2018 - 00:31 | Views: 4.73k
Kaprodi Teknik Informatika, Fitri Marisa, SKom, MPd (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyagama (UWG) Malang menggelar tradisi kembul bujana atau makan bersama dalam satu nampan. Tradisi ini disebut Kumpul Ramadhan Mahasiswa Teknik Informatika (Kurmatif) di UWG Malang.

Kurmatif berlangsung di Ruang F9 Kampus ll pada Kamis (7/6/2018) lalu. Acara ini diawali dengan ngabuburit yang diisi dengan stand up comedy dan tausiyah.

Buka-Puasa-UWG.jpg

Ketua Program Studi Teknik Informatika, Fitri Marisa, SKom, MPd menjelaskan bahwa buka bersama dengan konsep seperti ini bertujuan untuk menambah keakraban, kebersamaan, rasa syukur antar semua komponen yang ada di program studi. 

Fitri mengatakan tradisi makan bersama yang dulu dikenal dengan kembul bujana, kini dikenal dengan istilah makan keroyokan, sego bancakan dan masih banyak lagi istilah lain yang muncul. Tradisi seperti itu kerap dilakukan oleh mahasiswa Teknik Informatika Universitas Widyagama (UWG Malang) sejak tahun 2014.

Biasanya kegiatan makan kembul bancaan dilaksanakan mahasiswa Teknik Informatika saat mempersiapkan event atau pembentukan kepanitiaan.

Buka-Puasa-UWG-B.jpg

Saat itu, pertimbangan utama dan pertama adalah terbatasnya dana untuk membeli nasi bungkus yang dapat dimakan seorang satu bungkus. Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan diantara mereka, semua nasi bungkus yang terbeli, dibuka dan disiapkan berjajar, kemudian dinikmati bersama. 

Tradisi ini terus dipertahankan hingga saat ini, tentu saja dengan konsep yang lebih mengedepankan kebersamaan daripada berbagi nasi dan lauk. 

"Tidak ada istilah "ini nasiku, itu nasimu" atau "ini laukku, itu laukmu". Semua yang tersaji dihadapan, dinikmati secara bersama-sama," ungkapnya. 

Rangkaian acara Kurmatif di UWG Malang diakhiri dengan shalat tarawih berjemaah yang diimami oleh salah satu mahasiswa Teknik Informatika yang menyandang gelar tahfidz. "Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak orang," harap Fitri menutup penjelasannya.(*)

Jurnalis: Rita Hanafie (CR-059)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Sholihin Nur
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search