TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

6 Orang di Banyuwangi Diduga Meninggal Keracunan Miras Oplosan

19/04/2018 - 22:02 | Views: 22.84k
Korban saat dirawat di RSUD Blambangan, Banyuwangi (FOTO: Erwin Wahyudi /TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Diduga setelah menegak minuman keras (miras), enam warga dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur meninggal dunia dalam beberapa hari terakhir. 

Kendati belum diketahui secara pasti mereka minum secara bersamaan atau tidak, namun waktu meninggalnya hampir bersamaan satu dengan lainnya. Bahkan, lima dari tujuh orang yang diduga teler setelah minum miras bersamaan dirujuk di RSUD Blambangan Banyuwangi. 

Dari Informasi yang dihimpun TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), beberapa orang yang menjadi korban meninggal antara lain S (42), warga Glagah, meregang nyawa pada, Minggu (15/04/2018).

Kemudian sehari kemudian disusul AR (23), warga Jalan Raung Kelurahan Singotrunan Kecamatan Kota. Setelah itu di hari Selasa disusul dengan kematian HB (24) warga RT 01/ RW 02 Kelurahan Boyolangu Kecamatan Giri. Dan A (25) warga Jalan KH Wahid Hasyim 30 RT 02/ RW 02 Banyuwangi, meninggal Rabu (18/04/2018) dini hari sekitar pukul 01:00 WIB.

Setelah itu, S (44) warga Lingkungan Gaplek RT 02/ RW 01 Kelurahan Bakungan Kecamatan Glagah, yang dimakamkan Selasa (17/04/2018), serta SH (35) , warga Kelurahan Temenggungan Kecamatan Kota, dimakamkan di pemakaman Lingkungan Kalilo, Rabu (18/04/2018).

Salah satu keluarga korban, HB yang meninggal Selasa lalu, Sugeng Hariyadi mengatakan, dirinya sangat yakin anaknya tewas karena miras oplosan. Karena selain pengakuan dari anaknya yang sempat mengeluhkan sakit, juga dirinya mencium aroma alkohol dari mulut anaknya. 

"Sepertinya yang diminum itu tidak sekedar arak. Tapi ada yang lain. Saya curiga ada kandungan lain," ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/4/2018). 

Sementara itu, Kisyati, orang tua SH, yang meninggal di Kelurahan Temenggungan mengaku tidak banyak mengetahui kejadian persis yang menimpa anak sulungnya tersebut.

‘’Saya baru tahu setelah ada ramai-ramai di rumah teman Sofyan di Temenggungan. Katanya Sofyan tergeletak sudah tidak bernyawa lagi,’’ papar Kisyati.

Karena sudah meninggal, Kisyati mengatakan, pihak keluarga keberatan untuk membawanya ke rumah sakit guna dilakukan visum terhadap jasad Sofyan.

‘’Meski ada teman anak saya yang bersedia membiayai visum, keluarga juga keberatan karena pada prinsipnya keluarga keberatan jasad Sofyan dibedah,’’ kata Kisyati.

Sementara itu Direktur RSUD Blambangan Banyuwangi, dr Taufik Hidayat mengaku ada 10 pasien  yang masuk pada bulan April ini diduga mengalami keracunan.

Dari 10 pasien itu ada yang meninggal dunia di rumah sakit, perjalanan menuju rumah sakit dan instalasi gawat darurat (IGD). Namun dirinya tidak berani memastikan kematian 6 orang tersebut karena alkohol. 

"Karena pembuktian itu harus di otopsi. Tapi semua pasien yang meninggal itu menolak untuk di otopsi," tambahnya. 

Taufik menambahkan, dirinya juga mendapatkan informasi jika beberapa pasien itu sehari atau dua hari sebelumnya sempat minum minuman beralkohol. Tapi kematian mereka semuanya bukan karena alkohol. 

"Ada yang jantung, paru-paru. Kami tidak berani menyimpulkan itu karena alkohol atau miras oplosan," tambahnya. 

Saat ini, kata Taufik, masih ada 3 orang yang dirawat di RSUD Blambangan Banyuwangi. Sementara 1 orang sudah dikabarkan sehat dan diperbolehkan pulang. 

Sementara itu, Kasat Reserse Kriminal Polres Banyuwangi, AKP Panji P Wijaya enggan berkomentar banyak terkait dengan kematian 6 orang yang diduga keracunan miras tersebut.

"Kan sudah dijelaskan oleh Direktur RSUD terkait insiden itu," ujarnya saat dihubungi. (*)

Jurnalis: Erfan Wahyudi (CR-077)
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi
Top

search Search