TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Pemkot Pasuruan Fasilitasi Permodalan Nelayan

25/04/2018 - 10:00 | Views: 6.76k
Pemkot Pasuruan Fasilitasi Permodalan Nelayan. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PASURUAN – Secara umum kegiatan perikanan di Kota Pasuruan memiliki potensi yang sangat besar. Tercatat pada tahun 2017, hasil produksi perikanan tangkap Kota Pasuruan sebanyak 6.276 Ton dengan jumlah nelayan sebanyak 2.070 orang.  Selanjutnya dalam tahap pengolahan dan pemasaran tercatat sebanyak 15 Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (POKLAHSAR) di berbagai macam produk. Diantaranya krupuk ikan, rengginang, terasi, pengasinan, pengasapan, pemindangan dan sebagainya.

Untuk mengembangkan berbagai usaha tersebut perlu didukung dengan pendampingan yang intensif dari penyuluh perikanan dan dinas terkait.  Selain itu, juga perlu dilengkapi dengan sarana dan prasarana peralatan yang memadai. Pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur telah berusaha untuk membantu para POKLAHSAR dengan memberikan bantuan hibah kepada 5 kelompok. Karena selama ini yang masih menjadi kendala yaitu minimnya akses permodalan bagi pelaku usaha perikanan. 

Pemkot-Pasuruan-2.jpg

Menindaklanjuti hal tersebut diatas, maka Dinas Perikanan Kota Pasuruan pada hari Selasa (24/4/2018) bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Dinas Perikanan, menyelenggarakan kegiatan fasilitasi permodalan, usaha  dan investasi, yang dihadiri oleh Walikota Pasuruan, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Narasumber BRI dan PPBMU-KP serta undangan lainnya.

"Sumber dananya berasal dari APBD I (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur) dengan jumlah peserta 50 orang dari POKLAHSAR. Diharapkan dengan adanya kegiatan fasilitasi permodalan, usaha  dan investasi ini akan memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada," ujar Plt. Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Drs. H. Edyana Setyowidodo, MM. 

Pada kesempatan tersebut, Walikota Pasuruan Drs. H. Setiyono, M.Si mengatakan, bahwa potensi olahan produksi perikanan yang cukup tinggi diharapkan bisa sampai ke konsumen dalam keadaan berkualitas baik.

Pemkot-Pasuruan-3.jpg

"Oleh karena itu penanganan pasca panen hasil perikanan yang baik sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas komoditi ikan tersebut. Mengingat ikan merupakan jenis perishable food atau makanan yang mudah busuk, maka harus segera ditangani dengan cepat dan tepat," harap Walikota Setiyono.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diwakilkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur atas kerjasamanya yang baik sehingga hibah peralatan pengolahan perikanan dapat direalisasikan.

Penulis: Kominfo Paskot (CR-095)
Editor : AJP-8 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Top

search Search