TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Desa

Bikin Haru, Ini yang Dilakukan Nenek 78 Tahun Dukung TMMD Kodim Purbalingga

15/04/2018 - 17:43 | Views: 5.99k
Mbah Pariyem berbincang dengan Serka Widyo, satgas TMMD Kodim Purbalingga. Nenak 78 ini memberikan makan siang kepada Satgas TMMD. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PURBALINGGA – Pengabdian mulia ditunjukkan nenek 78 tahun warga lokasi TMMD Kodim Purbalingga. Ya, nenek itu Pariyem, warga Dukuh Karanglo Rt. 04 Rw. 03 Desa Karangjambu, Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jateng.

Apa yang dilakukan Pariyem sungguh menyentuh hati. "Kulo geh pingin mengabdi mbangun deso niki, mumpung tasih urip. Mugi wonten manfaate kangge anak cucu (Saya ingin mengabdikan sisa hidupnya untuk membangun desa agar berguna bagi warga lainnya, anak, cucu semua),'' ucap Pariyem.

Dengan tenaganya yang pas-pasan, Pariyem berbaur dengan warga lain dan Satgas TMMD Kodim Purbalingga yang sedang melakukan pengerasan jalan sepanjang 1.975 meter. Pariyem tidak mengharapkan pujian maupun pemberitaan. Parinem tulus ikhlas menjalankannya.

Siang itu, Sabtu, 14 April 2018, Pariyem membuatkan makan siang. Menunya sederhana. Khas desa. Berlaukkan tempe dan ikan asin. Sayurnya daun labu.

Nenak 78 tahun ini menganggap dirinya hanya sedikit bisa memberi bantuan. ''Pun boten kuat ngangkat-ngangkat. Geh damel ini mawon (Sudah tidak kuat angkat-angkat, ya membuat makanan ini saja),'' ucapnya.

Nasi itu menurutnya, memang untuk menggantikan bantuan tenaga yang sudah tidak dapat dia lakukan lagi. Saat memasak hidangan itu pun Parinem pelan-pelan dari tadi pagi.

Ia mengaku sadar mungkin tidak akan menikmati jalan tersebut dalam waktu yang lama. Namun Pariyem yakin cucu-cucu dan cicit-cicitnya nanti yang akan merasakannya.

Harapan Jalan Dibangun Jadi Kenyataan di Usia 78 Tahun 

Sejak beranjak dewasa, Pariyem punya harapan bahwa jalan di desanya yang menuju ke kebun orang tuanya dibangun. Harapan itu terus tumbuh sampai sekarang. Akhirnya lewat TMMD ini, harapannya menjadi kenyataan. Meski usianya kini sudah 78 tahun.

“Semoga berkah dan enak ya Pak. Cuma itu yang bisa Mbah bikin. Semoga menjadi amal ibadah kita masing-masing ya Pak,” ucapnya pada Serka Widyo, satgas TMMD Kodim Purbalingga.

Bekal nasi siang tersebut dibawanya menggunakan tenggok yang ia gendong. Dengan kaki rentanya, Mbah Pariyem pelan-pelan menyusuri lokasi makadam yang jaraknya lumayan jauh dari perumahan warga.

Kepada Serka Widyo, Pariyem memberikan nasi yang ia bawa. “Matur nuwun ya Mbah, saya tidak pernah makan makanan seenak ini. Apalagi Mbah membuatnya dengan kasih sayang,” ungkap Widyo. “Mbah besok nggak usah lagi ngantar bekal makan kemari ya, nanti mbah yang repot,” imbuhnya.

Meski diminta tidak datang lagi, Pariyem pun bergeming. Ia beralasan bahwa apa yang ia lakukan itu untuk ibadah membangun desa yang ia tinggali itu. 

“Mboten nopo-nopo Pak, kulo kepengin ngibadah Pak, kapan maning (Tidak apa-apa Pak, saya ingin beribadah, kapan lagi),'' ucap Pariyem dengan nada lembut.

Serka Widyo pun tersenyum. Ia pun langsung mencari daun pisang dan melahap bekal makan siang buatan Parinem. Widyo tidak ingin membuat nenek tersebut kecewa.

Sambil mencoba mencandai dan membuat ketawa Pariyem, Widyo mengatakan; “Mbah nyong olih nambah maning (Mbah saya boleh nambah lagi).'' Sontak Pariyem tertawa bahagia. Kebaikan memang mendatangkan kebaikan pula.

Apa yang dilakukan nenek 78 tahun tersebut diharapkan mampu menjadi pemacu semangat bagi Satgas TMD Kodim Purbalingga yang sedang bekerja. Pariyem pun menjadi tauladan bagi warga Karangjambu lainnya. Sehingga generasi muda mampu mencontoh dan melakukan hal yang berguna seperti yang dilakukan nenek Parinem. Meskipun hal yang sangat kecil namun bermanfaat  dan penuh dengan makna. (*)

Penulis: Ragil Wahyu (CR-100)
Editor : AJP-1 Editor Team
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search