TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional
TimesVlog

Mamah Dedeh Minta Maaf Soal Video Viral "Islam Nusantara Coret"

04/07/2018 - 17:10 | Views: 35.99k

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan warga Nahdliyin, menyayangkan atas pernyataan Mamah Dedeh, di salah satu televisi swasta, tentang pihaknya tidak setuju adanya Islam Nusantara dan memintanya dicoret karena tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Setelah video itu viral di media sosial, Mamah Dedeh minta maaf ke PBNU dan warga Nahdliyin.

Diketahui, di akhir-akhir ini, jejak digital terkait pernyataan Mamah Dedeh tentang Islam Nusantara memang viral di media sosial. Pernyataan dalam video itu disampaikannya pada salah satu acara di stasiun TV swasta nasional, yang merekam pernyataan Mamah Dedeh yang menyebut Islam Nusantara perlu dicoret.

Menyikapi hal tersebut, Mamah Dedeh mengaku salah paham terhadap konsep Islam Nusantara dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung ke umat Islam terutama warga Nahdliyin. Permohonan maaf tersebut disampaikannya pada Acara Mamah dan AA Beraksi secara live (langsung) baru-baru ini di stasiun TV yang sama.

"Kepada yang terhormat PBNU dan seluruh warga Nahdliyin di negara kita tercinta ini. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahpahaman dan pernyataan saya tentang Islam Nusantara. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya semoga kita mendapatkan rahmat keberkahan dari Allah SWT," ucapnya.

Sebelumnya, pada Selasa (3/7), perwakilan anggota keluarga Mamah Dedeh juga telah meminta maaf atas ceramah Mamah Dedeh yang cenderung tergesa-gesa dan berlebihan menafsirkan tentang konsep Islam Nusantara.

Seperti yang disampaikan KH Thobary Syadzily, yang mewakili keluarga Mamah Dedeh, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan Mamah Dedeh yang menurutnya masih termasuk salah satu pengurus Muslimat NU Depok.

Kiai Thobary menjelaskan bahwa dalam menyikapi suatu persoalan, orang bijak mesti mengedepankan akhlak mulia. Dan jika menilai seseorang bukan dari kesalahan atau kejelekan yang diperbuatnya, tapi dari amal kebajikan yang telah dia lakukan.

Oleh karenanya, masalah kesalahan dakwah yang telah dilakukan Mamah Dedeh tentang amaliah NU dan Islam Nusantara, tidak perlu diperpanjang apalagi sampai timbul perpecahan dan permusuhan.

"Saya sebagai wakil keluarga dari beliau, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang telah dilakukan di dalam dakwahnya, baik disengaja maupun tidak disengaja. Mungkin itu karena ketidaktahuannya atau ada potongan setting sehingga terjadi misunderstanding alias salah paham," katanya, seperti dilansir di NU Online.

Sementara itu, menyikapi hal itu, Ketua PBNU, KH Robikin Emhas menyampaikan, bahwa masih banyak orang yang salah paham apa yang dimaksud dengan Islam Nusantara. “Sayangnya, mereka tidak tabayyun, minta penjelasan atau klarifikasi. Tapi langsung menyatakan pendapatnya ke public,” katanya, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Rabu (4/7/2018).

Seperti kasus pernyataan Mamah Dedeh sangat disayangkan. Apalagi Mamah Dedeh tergolong sebagai public figure. “Bagi mereka yang belum paham apa Islam Nusantara, saya berharap membaca referensi dari sumber-sumber terpercaya tentang Islam Nusantara dan tabayyun kepada otoritas Nahdlatul Ulama,” harapnya.

Menurut Kiai Robikin, Islam Nusantara bukan mazhab, bukan aliran, tapi tipologi, mumayyizaat, khashais. Islam yang menjadikan budaya dan adat istiadat sebagai infrastruktur agama sejauh budaya dan adat istiadat dimaksud tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Islam Nusantara bukanlah Islam yang anti-Arab dan benci Arab, juga bukan Islam yang liberal. Tapi Islam yang santun, berbudaya, ramah, toleran, berakhlak, dan berperadaban. Inilah Islam Nusantara,” jelasnya. (*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Top

search Search