TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Pendidikan

Unisma Malang Kupas Kesetaraan Gender di Era Milenial

11/07/2018 - 16:20 | Views: 6.87k
Dr. Nur Rofiah, Bil Uzm dari Lembaga Kemaslahan Keluarga Nahdlotul Ulama (LKKNU-PBNU). (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang (Unisma Malang) melaksanakan Guest Lecture dengan tema Tantangan Kesetaraan Gender di Era Millenial , Rabu (11/7/2018).

Guest Lecture yang digelar di LT. 7 Aula KH. Wahab Hasbullah ini disampaikan oleh Dr. Nur Rofiah, Bil Uzm dari Lembaga Kemaslahan Keluarga Nahdlotul Ulama (LKKNU-PBNU). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Islam Malang dan seluruh dosen. 

Wakil Rektor II Universitas Nahdlotul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Dr. Ifa Nurkhoiria Ningrum, SE., MM juga nampak.hadir dalam kegiatan tersebut.

Guest Lecture membahas soal keadilan akan kesetaraan gender. Nur Rofiah menjelaskan ketidakadilan gender seringkali menimpa perempuan. Perlu diingat bahwa perempuan itu tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan laki-laki. Maka laki-laki paati butuh perempuan. Begitu juga sebaliknya.

Ia memaparkan dalam rentang usia 18-38 tahun merupakan masyarakat millenial tidak bisa lepas dari teknologi. Semuanya serba instan dan mudah. Cepat dan gampang. Kehidupannya terbentuk oleh teknologi dan tidak bisa lepas. Ketergantungan itu terutama kepada gedget menjadi kebutuhan dalam hidupnya.

"Kehidupan hedonisme menjadi ciri dan model kehidupan masyakarat masa kini," tegasnya.

Banyak ruang privat sudah menjadi ruang publik. Karena cepatnya teknologi yang tidak tersekat di ruang publik dan bebas bebas sebebas-bebasnya. 

Unisma.jpg

Apapun yang kita butuhkan dengan sangat mudah ditemukan. Pergeseran nilai sosial juga mempengaruhi kehidupan mayarakat sekarang. "Hedonesme menjadi tantangan yang sangat luar biasa. Yang mempunyai kiblat ke barat-baratan sehingga menghilangkan nilai-nilai budaya nusantara," tegasnya.

Nur juga menegaskan jika tantangan itu perlu disikapi secara baik dan dewasa. Era sekarg semakin cepat berkembang dan mengular swsuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat masa kini. "Berbagai tantangan menjadi tugas dan tanggung jawab bersama untuk mwmbangun kemanusiaan yang lebih baik dan sejahtera," lanjutnya. 

Ia mengingatkan hakikat dr manusia itu sebenarnya adalah hubungan dengan Sang Khalik, dengan manusia dan kepada alam. Ini adalah sebagai bentuk misi kehidupan manusia. 

"Oleh karena itu, kesetaraan gender masih harus terus menjadi lebih baik dan diperjuangkan untuk sebuah kemaslahatan dan keadilan. Memberikan ruang sebaik-baiknya agar tercipta nilai-nilai kesetaraan dalam kehidupan masyarakat kini," pungkasnya.

Guest Lecture mengupas soal kesetaraan gender yang digelar Unisma Malang ini berlangsung penuh semangat dan berjalan lancar hingga akhir. (*)

Penulis: Hayat (CR-057)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search