TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

KPU Khawatir 'Ledakan' Pendaftar Bacaleg

11/07/2018 - 21:48 | Views: 4.14k
Ketua KPU Kota Batu, Rochani. (FOTO: M Dhani Rahman / TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batu khawatir terjadi ledakan pendaftaran calon legislatif (caleg) di penghujung masa pendaftaran pada hari Jumat (27/7/2018) nanti.

Pasalnya hingga Rabu (11/7/2018) sore belum ada satu pun partai politik mendaftarkan calegnya. Padahal pendaftaran sudah dilaksanakan sejak hari Rabu (4/7/2018) lalu.

“Khawatir sih iya, tetapi itu (memilih mendaftar diakhir masa pendaftaran caleg-red) haknya peserta dan konsekwensi dari penyelenggara, “ ujar Ketua KPU Kota Batu, Rochani.

Belum adanya bakal caleg yang mendaftar, kemungkinan karena masih melengkapi berkas-berkas yang disyaratkan.

Dalam kesempatan itu Rochani menjelaskan tentang tes kesehatan yang meliputi tes jasmani, rohani, dan bebas narkoba.

Hal tersebut tidak harus dilakukan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pasalnya ia mendengar banyak caleg kesulitan mengurus surat kesehatan ini karena penumpukan peserta di RS yang ditunjuk oleh KPU. 

KPU RI memang telah menerbitkan Surat Edaran nomor 627 yang menyebutkan rumah sakit mana saja memenuhi syarat untuk melakukan tes kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba.

Dalam surat KPU RI nomor 627 tersebut, ada tiga rumah sakit yang ditunjuk untuk melakukan tes kesehatan bacaleg di Malang Raya yakni, RSSA, RST dr.Soepraoen dan RSJ Lawang.

"KPU juga tidak menolak jika sebelum penerbitan surat nomor 627 itu, ternyata bacaleg telah melakukan tes kesehatan di RS selain RS yang ditunjuk. Asalkan bacaleg bisa menunjukkan hasil tes kesehatan itu kepada KPU,"ujar Rochani.

Data yang diperoleh KPU Kota Batuper harinya RSSA mampu memberi layanan untuk 40 orang caleg. Sedangkan RSJ Dr. Radjiman W Lawang mampu melayani 25 orang. (*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search