TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga
Liga 1

Jinakkan Borneo FC di Stadion Surajaya, Persela Naik ke Papan Atas

11/07/2018 - 22:14 | Views: 7.29k
Gelandang Persela Diego Assis berusaha melewati hadangan pemain Borneo FC, di laga pekan ke-15, di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu, (11/7/2018). (FOTO: Ardiyanto/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, LAMONGANPersela Lamongan kembali menunjukkan dominasinya saat bermain di markasnya, Stadion Surajaya Lamongan, dalam laga lanjutan Liga 1 musim 2018 ini.

Kali ini, Borneo FC menjadi korban kedigdayaan Laskar Joko Tingkir di pekan ke-15. Tim asal Kalimantan Tengah ini dipaksa mengakui keunggulan Persela dengan dua gol tanpa balas.

Bermain di depan pendukungnya sendiri LA Mania dan Curva Boys, striket andalan Persela, Loris Arnaud membuka keunggulan di menit 18, dan sebiji gol lagi buah dari gol bunuh diri Edy Gunawan menit 47.

Merespon keberhasilan timnya mampu kembali mendulang kemenangan, Pelatih Persela Aji Santoso pun merasa bersyukur. “Saya sangat bersyukur, karena selain mendapat poin 3, anak-anak juga main sangat luar biasa,” tuturnya, di jumpa pers usai laga pekan ke-15.

Apalagi, dalam laga ini Laskar Joko Tingkir tampil spartan dengan determinasi tinggi sepanjang 90 menit laga berjalan. “Di pertandingan tadi anak-anak sudah kembali menemukan sentuhannya, dan mudah-mudahan ini konsisten sampai putaran pertama berakhir,” ujarnya.

Determinasi dan pressing ketat para penggawa Laskar Joko Tingkir itu pun membuat pemain Pesut Etam -julukan Borneo FC tampil tertekan dan sering melakukan kesalahan.

Persela-Borneo-2.jpg

“Jadi saya memang tekankan kepada seluruh pemain untuk melakukan pressing di atas, dan itu sangat efektif, sehingga akhirnya pemain belakang mereka membuat kesalahan dan itu berhasil kita manfaatkan menjadi gol,” kata Aji.

Di sisi lain, kekalahan ini pun tidak pelak membuat kecewa berat Pelatih Borneo FC, Dejan Antonic. “Saya kecewa, kalau kita kalah seperti ini, tapi kalah kita kalah sendiri, kita hilang kepala (konsentrasi),” kata pelatih asal Serbia ini.

Apalagi, dikatakan Dejan, dua gol yang bersarang ke gawang kiper Nadeo Arga, karena kesalahan pemainnya sendiri. “Kita lihat dari proses dua gol, gol pertama kita salah sendiri, Alhadji bawa mau dribbling di zona 30 meter bola di rebuy pemain Persela, gol ke dua bunuh diri sendiri, Edy mau sapu bola,” tuturnya.

Kekecewaan Dejan semakin bertambah dengan keputusan wasit Aprisman Aranda yang dianggapnya tidak bersikap adil. “Wasit tidur, sebelum gol ke dua ada dorongan strikker kita tapi wasit lepas, sebelum crossing itu free kick,” ujarnya.

Meski demikian, Ia mengakui permainan Persela, memang jauh lebih baik dari timnya. “Persela lebih agresif, lebih lapar dari kita. Persela dapat tiga poin yang penting,” ucap Dejan menambahkan.

Tambahan tiga angka ini pun mengantarkan Persela Lamongan merangsek ke posisi 4 di papan klasemen Liga 1, dengan mengumpulkan 23 poin dari 15 laga yang sudah dijalani. Sementara Borneo FC terpaksa melorot ke peringkat 12 dengan mengantongi 19 angka. Laga ini berlangsung sengit di Stadion Surajaya Lamongan. (*)

Jurnalis: Ardiyanto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Lamongan
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search