TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Dukung Smart City, Kemenag Batu Terapkan Sistem Pelayanan Smart

12/07/2018 - 14:15 | Views: 25.96k
Pelayanan santun dan nyaman diberikan oleh Kemenag Kota Batu dengan ketepatan pengurusan dan waktu. (FOTO: M. Dhani Rahman/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BATU – Suasana Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu dua hari ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Jika selama ini masyarakat yang membutuhkan layanan harus mencari ruangan yang dimaksud, maka hal itu tidak perlu lagi karena kantor ini menerapkan sistem pelayanan yang mendukung misi Batu Smart City.

Sejak Rabu (11/7/2018), Kemenag Kota Batu telah mengubah sistem layanan menjadi Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Program ini merupakan program inovasi Kemenag Batu sendiri. Tujuannya untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat , sekaligus menerapkan prinsip efisien, efektif dan santun, “ ujar Kepala Kemenag Kota Batu, Mustain.

Santun sendiri menurut Mustain, adalah akronim dari Simpel, Akuntabel, Nyaman, Tuntas, Utuh dan No Pungli.  “Semua layanan di kantor kita gratis, tidak berbayar, “ ucapnya.

Ruangan depan Kantor Kemenag di Jalan Sultan Agung ini dibuat senyaman mungkin, mirip ruangan di bank yang indah dan nyaman.

Terdapat tiga loket di front office ini, mulai dari Loket 1 yang melayani urusan umum dan kesekretariatan, loket 2 melayani pendidikan madrasah, pendidikan agama dan keagamaan Islam dan terakhir loket 3 urusan haji dan umroh serta layanan keagamaan.

Masyarakat yang membutuhkan pelayanan perbankkan  tidak usah bingung, karena ditempat ini terdapat Bank CIMB dan Bank Mandiri Syariah.

Di front office pun dilengkapi dengan ruangan konsultasi dan siskohat. “Masyarakat yang akan konsultasi apa pun bisa dilakukan di ruangan konsultasi, mereka tidak perlu mencari petugasnya, malah petugasnya yang datang menemui, “ jelasnya.

Sistem baru ini tidak hanya menawarkan kenyamanan, namun juga menawarkan kecepatan pelayanan serta kepastian waktu pelayanan.

Dari 34 jenis layanan di Kemenag Kota Batu, setiap item sudah memiliki waktu kepengurusan hingga output apa yang dihasilkan.

Sebagai contoh permohonan surat rekomendasi pindah sekolah, dibutuhkan waktu pengurusan selama 15 menit untuk seorang pemohon mendapatkan surat ini.

Petugas sudah dibekali dengan buku pintar yang menjadi pedoman bagi petugas dalam memberikan pelayanan, termasuk tolok ukur waktu yang dibutuhkan.

Di sudut ruangan, juga disiapkan kotak kritik untuk masyarakat. Ada tiga item penilaian yang bisa diberikan masyarakat yakni sempurna, puas dan tidak puas.

“Selain kita melakukan evaluasi internal, kita juga minta pendapat pemohon jasa, begitu selesai pelayanan, kita berikan secarik kertas penilaian untuk dimasukkan pada kotak yang dipilih, “ ujarnya.

Butuh anggaran berapa untuk merombak ruangan dan melaksanakan sistem baru ini? Mustain hanya tersenyum, kemudian menjelaskan bahwa meja penerima tamu yang digunakan adalah meja lama yang diperbaiki sedikit untuk disesuaikan bentuknya.

Kursi ruang tunggu pun juga kursi lama yang selama ini ditempatkan di dekat ruangan urusan Haji.

Dalam sehari, Kemenag didatangi oleh kurang lebih sebanyak 50 pemohon jasa yang sebagian besar datang untuk urusan Umroh, Haji dan pendidikan.

Sistem pelayanan ini di Jawa Timur hanya dilakukan oleh Kemenang Kota Batu, sedangkan di Indonesia hanya ada tiga Kemenag, yakni Kemenag Aceh, Sleman dan Kota Batu.

“Kita berada di Kota BatuBatu smart cityKemenag kan juga kepingin smart, “ ujarnya sembari tersenyum. (*)

Jurnalis: Muhammad Dhani Rahman
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Batu
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search