TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Kunjungi Fadli Zon di DPR, Ini 8 Poin Tuntutan PA 212

16/05/2018 - 18:51 | Views: 219.48k
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (FOTO: edunews)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menemui Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018). Pertemuan dilakukan PA212 untuk menyampaikan sejumlah poin tuntutan kepada DPR terkait isu-isu terkini di tanah air.

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif menyampaikan 8 poin tuntutan kepada Fadli Zon saat pertemuan. Satu di antaranya terkait kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat tengah pekan lalu.

"Pertama, DPP PA 212 mendesak DPR RI untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kerusuhan yang terjadi di Mako Brimob," pinta dia dalam pertemuan itu.

Selain itu, PA 212 juga meminta DPR mendesak pemerintah untuk menutup Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, dan meminta Presiden Joko Widodo untuk mengumumkan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina.

"PA 212 selanjutnya meminta DPR untuk mengevaluasi, mengkaji, dan bila perlu membatalkan Revisi Undang-Undang dan Perppu Terorisme," imbuh dia. 

Kemudian PA 212 meminta DPR untuk segera memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan meminta penjelasan terkait serangan-serangan teror yang berdampak negatif terhadap Islam.

Tuntutan kelima, meminta DPR mengajak seluruh elemen bangsa untuk berhenti mengintimidasi umat Islam terkait penyebaran informasi negatif yang menggunakan simbol-simbol Islam, seperti menggunakan cadar, memanjangkan jenggot, dan sebagainya.

Adapun tuntutan keenam, PA 212 meminta DPR mengajak masyarakat khususnya umat Islam untuk memboikot produk-produk asal Israel dan Amerika Serikat.

Ketujuh, meminta DPR mendesak pemerintah untuk menghentikan segala bentuk kriminalisasi ulama dan aktivis Islam.

Dan tuntutan terakhir, PA 212 mendesak Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Bulan Bintang (PBB) untuk segera mendeklarasikan diri secara terbuka sebagai koalisi permanen menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Berkas delapan poin tuntutan tersebut lalu diserahkan oleh pimpinan PA 212 kepada Fadli Zon dalam pertemuan yang berlangsung di gedung Nusantara III DPR tersebut. (*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Top

search Search