TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Utang Jokowi Bukan karena Warisan SBY

16/05/2018 - 21:17 | Views: 383.52k
ILUSTRASI - Utang Luar Negeri (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, JAKARTAManaging Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan meminta partai koalisi pendukung pemerintah untuk tidak melemparkan kesalahan utang pemerintah Joko Widodo kepada pemerintah sebelumnya.

Menurutnya, untuk menjadi negara yang besar, maka semua politisi dan negarawan yang saat ini menjabat, harus memiliki jiwa ksatria dan mengenang jasa pemimpin terdahulu.

"Tipologi utang dan resiko. Pak Hendrawan (PDI-Perjuangan) mengatakan bahwa yang salah pemerintah SBY yang konsumtif dan lain-lain," katanya, menjawab tudingan Hendrawan Soetikno yang mengatakan hutang Jokowi tinggi karena warisan pemerintah SBY, di Kwik Kian Gie Scholl Bisnis, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurut dia, paradigma politisi dan pemimpin dinegara-negara maju, tak pernah mengenal utang warisan.

"Tidak ada utang warisan. Shinzo Abe (Perdana Menteri) di jepang gak pernah ngomong gitu, di amerika utang juga gede, tapi gak mau mengatakan itu utang warisan," katanya.

Menurut dia, dengan menghembuskan utang warisan dari pemerintah sebelumnya, hanya akan memecahkan persatuan dan kesatuan bangsa saja.

Pasalnya, masyarakat dan negara tak mendapatkan keuntungan apapun dari tudingan-tudingan tersebut

"Karena itu bisa memecah belah dan pertarungan bangsa, yang Pro SBY dan Pro Jokowi jadinya malah debat kusir," bebernya.(*)

Jurnalis: Alfi Dimyati
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta
Top

search Search