TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Amazing Blitar

Mulai Tahun Ini Istithoah Wajib Bagi JCH

13/07/2018 - 08:40 | Views: 7.65k
Dinkes Pemkab Blitar saat sosialisasi Istithoah di Wlingi. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BLITAR – Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar telah menyosialisasikan Haji Sehat menuju istithoah kesehatan jemaah haji di Masjid Agung Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar.

Sosialisasi dilakukan, karenaulai tahun ini, Istithoah mutlak wajib bagi Jemaah Calon Haji (JCH) yang berangkat ke tanah suci. Istithoah haji bertujuan untuk mencapai kondisi kesehatan, mengendalikan faktor resiko kesehatan serta menjaga agar jemaah calon haji dalam kondisi sehat dan selamat selama perjalanan.

Selain itu juga untuk mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar atau masuk oleh calon haji. Dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan haji.

Tanpa pernyataan Istithoah, JCH tidak dapat melakukan pelunasan hajinya. Tahapan awal Istithoah dapat dilakukan JCH di puskesmas yang bersangkutan mendaftarkan diri.

Pendaftaran.jpg

Aturan ini tertuang dalam Peraturan Permenkes Nomor 62 Tahun 2016 dan Peraturan Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Jemaah Haji Istithoah Kesehatan Jamaah haji.

"Aturan dalam Permenkes, setiap jamaah haji yang mendapatkan porsi keberangkatan harus diberikan pembinaan. Tapi mengingat antrian panjang maka diambil kebijakan jamaah yang berangkat dua tahun yang akan datang harus mulai diberikan pembinaan sejak sekarang," jelas Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Blitar, Hendro Subagio ditemui di kantornya, Jumat (13/7/2018).

Jemaah Calon Haji (JCH) yang megikuti sosialisasi hari in, lanjut dia, adalah jamaah yang akan berangkat haji tahun 2020. Ada sekitar 400 CJH yang mengikuti sosialisasi.  Dinas Kesehatan membagi sosialisasi menjadi dua hari. Di Blitar bagian barat dilaksanakan pada Rabu (11/7). Sementara Blitar timur dilaksanakan Kamis (12/7)

"Sesuai Permenkes itu, yang kami bina sekarang adalah yang sudah masuk masa tunggu dua tahun sebelum keberangkatan," imbuhnya.

Istithoah sendiri melalui tiga tahapan. Pertama, saat dua tahun masa tunggu akan dilakukan pembinaan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina. Tahap kedua, enam bulan sebelum berangkat akan ditentukan apakah JCH tersebut Istithoah atau tidak.

"Kalau dinyatakan Istithoah, maka JCH itu akan dipanggil ke asrama haji. Tahap ketiga, pemeriksaan dilakukan di embarkasi, apakah JCH itu laik terbang atau tidak," pungkasnya. (*)

Penulis: Lilis (CR-099)
Editor : AJP-6 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Top

search Search