TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi
Ketahanan Informasi Nasional

Optimalkan Penggunaan Alsintan, BBPP Batu Latih Operator Ricetransplanter

09/08/2018 - 22:17 | Views: 6.97k
Petani Operator Ricetransplanter Dikenalkan Panel Operasional dan Cara Kerjanya (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BREBES – 35 petani operator ricetransplanter dari 7 kecamatan di Brebes mengikuti pelatihan Pelatihan Tematik Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPSIN) yang digelar oleh Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu di Desa Karangbandung, Kecamatan Ketanggungan Brebes, Kamis (9/8/2018)

Mereka dilatih dan dimantapkan keterampilannya untuk mengoperasikan dan memperbaiki mesin penanam padi atau ricetransplanter.

Ricertransplanter-2.jpgInstruktur Yanmar, Mahendra Mempraktekkan Teknik Menjalankan Ricetransplanter

Setelah dilatih, 35 petani operator ricetransplanter tersebut secara bersama-sama menggerakkan ricetransplanter bantuan Kementan yang telah mereka terima.

Setidaknya 70 ha lahan sawah di Karangbandung yang sebelumnya telah diolah menggunakan traktor roda 2 dan 4 yang siap ditanami padi menggunakan ricetransplanter.  

Untuk sehari setidaknya 1 ha bisa ditanami padi menggunakan 1 unit ricetransplanter. Benih padi yang dibutuhkan setidaknya 250 tray persemaian padi untuk 1 ha.

"Persemaian padi minimal telah berusia 15 hari untuk bisa ditanam menggunakan ricetransplanter," ujar Mahendra, instruktur Pelatihan Tematik Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPSIN).

Mahendra juga menjelaskan fungsi panel operasional yang lumayan banyak di beberapa sisi pada body mesin.

Ia mengingatkan pentingnya agar karburator ricetransplanter harus ditutup saat tidak dioperasionalkan dan diparkir di gudang. "Ini agar tidak kotor dan mesin tidak ngadat dan mogok," jelasnya. 

Eko Saputro, petugas Leisson Officer (LO) Program OPSIN di Brebes yang juga widyaiswara BBPP Batu mengatakan bahwa tujuan pelatihan ini tidak semata-mata untuk meningkatkan kompetensi petani operator alsintan.

Tetapi juga untuk mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Brebes. Salah satunya di Karangbandung ini yang bisa tanam padi di musim tanam ke-3. Jadi sepanjang tahun bisa menanam padi 3 kali.

Ini karena adanya pasokan air dari Waduk Malahayu yang berjarak hanya sekitar 15 km dari Karangbandung.

Ricertransplanter-3.jpgAcara Pembukaan Pelatihan Tematik OPSIN yang Diselenggarakan Mulai 9-11 Agustus 2018 di Desa Karangbandung Kec. Ketanggungan Brebes

Pelatihan Tematik OPSIN di Brebes ini akan berlangsung selama 3 hari mulai 9-11 Agustus 2018 dan diikuti oleh 35 petani operator alsintan. 

Di hari ke-2, peserta digerakkan untuk mengoperasikan secara serempak setidaknya 35 unit traktor roda dua dan juga 4 unit traktor roda empat untuk percepatan olah lahan padi di Karangbandung. "Setidaknya ada 20 ha yang belum terolah," ujar Eko mewakili Apri Handono, M.M., Kepala BBPP Batu

Koordinator Program (Korpro) Pertanian Kecamatan Ketanggungan, H. Triono dan pejabat bidang sarpras Dinas Pertanian, Dodi sangat antusias dan senang atas program pelatihan ini.  

H. Triono berterima kasih atas gerakan percepatan tanam padi dan percepatan olah lahan padi di Karangbandung melalui program Pelatihan Tematik OPSIN yang diselenggarakan BBPP Batu ini.

Petani operator alsintan dikumpulkan dan diajak bergotongroyong, kerja bersama agar padi petani lekas tertanam dengan baik.  

Hadir juga dalam acara Pembukaan Pelatihan Tematik OPSIN yang digelar BBPP Batu ini Danramil Ketanggungan, H. Shalikhudin beserta para babinsa; Kades Karangbandung dan PPL pendamping petani peserta pelatihan dari 7 kecamatan. (*)

Penulis: Eko Saputro (CR-103)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rizal Dani
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search