TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ketahanan Informasi

Ekspedisi Pendakian Monte Rosa, Pembuktian Tim Srikandi Vanaprastha

20/08/2018 - 12:46 | Views: 14.26k
Persiapan Tim Srikandi Vanaprastha untuk mendaki Monte Rosa di Italia. (FOTO: AJP TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim Srikandi Vanaprastha didukung Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan mendaki Gunung Rosa atau Monte Rosa di Italia dengan ketinggian 4634 M. Pendakian dimulai pada 21 – 31 Agustus 2018. Tim pendaki berjumlah enam orang termasuk di dalamnya 1 orang tim riset dan 1 orang instruktur.

Monte Rosa merupakan gunung massif yang terletak di bagian timur Alpen Pennine. Terletak di antara Swiss (Valais) dan Italia (Piedmont dan Aosta Valley). Monte Rosa adalah gunung tertinggi kedua di Pegunungan Alpen dan Eropa Barat

Ketua Ekspedisi ini Adhyaksa Dault mengatakan pendakian gunung bertujuan menggembleng pemuda-pemudi agar berjiwa patriot, menebalkan rasa cinta tanah air, memperkuat jiwa pantang menyerah serta peduli terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup. 

Ekspedisi-Pendakian-Monte.jpg

"Dengan berkembangnya semangat bertualang di kalangan pemuda diharapkan meningkatkan ketahanan nasional Indonesia, itu harapan kami," kata Adhyaksa Dault pada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Adhyaksa Dault juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas dukungan untuk tegaknya merah putih di puncak-puncak dunia.

“Pendakian Monte Rosa untuk semakin menghidupkan kebanggaan kita sebagai orang Indonesia, juga dalam rangka Promosi Indonesia pada Puncak-puncak Dunia (PIP3D). PIP3D adalah aksi menancapkan Bendera Merah Putih di gunung-gunung tertinggi dunia termasuk Monte Rosa, sekaligus juga untuk mempromosikan pariwisata Indonesia,” ungkap Adhyaksa Dault yang juga Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka ini.

TANTANGAN DI MONTE ROSA

•    Dufourspitze (4634 m) atau Punta Dufour merupakan puncak tertinggi dari jajaran Pegunungan Alpen yang disebut dengan Monte Rosa Massif di wilayah negara Swiss yang sangat menantang.

•    Dufourspitze pertama kali didaki puncaknya pada tahun 1855. Kemudian diberi nama Dufourspitze oleh pemerintah Swiss pada tahun 1863 untuk menghormati Jenderal Dufour, yang menciptakan peta Dufour. Pendakian ke puncak ini biasanya dimulai dari jalur normal Monte Rosa hut (2795 m), tetapi bisa juga diawali dari Capanna Margherita, jika pendakian dilakukan dengan tujuan untuk sekaligus mendaki puncak-puncak lainnya. 

•    Tim akan sampai pada Puncak Dufourspitze jika cuaca cerah. Namun bila kondisi alam Pegunungan Alpen dalam keadaan tidak baik, badai, maka Tim akan berjuang sekuat tenaga hingga batas maksimal. Perjalanan menuju Monte Rosa Hut dimulai dari stasiun Rotenboden selama sekitar 3-4 jam. Dari pondok pendaki, puncak Dufourspitze dapat dicapai sekitar 9 jam.

Srikandi-Vanaprastha.jpg

PERSIAPAN PENDAKIAN

TIM Ekspedisi terdiri dari 2 generasi berbeda, karenanya memerlukan latihan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia. Test Fisik dilakukan secara berkala selama 8 Bulan , antara lain Test VO2Max dan Medical Check Up.

Selain Persiapan Fisik TIM Ekspedisi juga melakukan beberapa kali simulasi pendakian dan pemanjatan antara lain : pendakian gunung Gede Pangrango, 
pendakian gunung Rinjani, pemanjatan Tebing Ciampea, pemanjatan Tebing Citatah via Ferata Gunung Parang.

“Pendakian ke Monte Rosa dilakukan dengan persiapan matang. Seluruh anggota tim yang berjumlah 6 orang telah melakukan berbagai latihan fisik maupun mental. Tidak semua bisa ikut, karena ini menyangkut keselamatan bahkan nyawa, kita juga mempertaruhkan nama Indonesia. Tidak ada yang instan dalam pendakian, meskipun pendaki sudah berpengalaman, latihan tak boleh lupa. Kami rutin latihan fisik untuk meningkatkan level VO2Max," jelas Adhyaksa Dault, Mantan Menpora 2004-2009 yang sudah menaiki 60-an gunung ini.

EKSPEDISI DUA GENERASI DAN RISET

Sementara itu, Gembong Tawang Alun, Wakil Ketua Tim Ekspedisi mengungkapkan, selain agenda pendakian dan pengibaran Merah Putih di Monte Rosa, Tim juga akan mengadakan pertemuan dan bincang-bincang dengan PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Swiss. 

Pertemuan itu juga mengundang beberapa lembaga dan NGO Swiss yang bergerak di Lingkungan Hidup dan Wisata Alam yang akan difasilitasi oleh KBRI Swiss. 

Gembong menjelaskan dialog akan mengangkat topik yang sedang hangat dan mengancam Dunia saat ini, antara lain Global Warming, Perubahan Iklim dan Bencana Alam dengan harapan akan ada kesepakatan bersama untuk melakukan kajian melalui Ekspedisi bersama Dalam acara Dialog.

"Kami juga akan mempromosikan Wisata Alam Indonesia, serta apa yang telah dilakukan Indonesia dalam menjaga Kelestarian Alam," lanjutnya.

Gembong menambahkan, ekspedisi ini juga disebut Ekspedisi 2 Generasi Vanaprastha. Untuk Pendakian Mt. Monte Rosa akan dilakukan oleh para pendaki Wanita dari 2 generasi yang berbeda yang kami beri nama Ekspedisi Srikandi 2 Generasi. 

Generasi 1 adalah para pendaki wanita dengan usia 45 tahun keatas dan Generasi 2 adalah para pendaki wanita dengan usia 27 tahun kebawah yang akan merupakan pendakian 2 generasi wanita pertama di pegunungan es dalam satu Tim. 

Ekspedisi Srikandi 2 Generasi ini akan menurunkan 5 pendaki wanita dari 2 generasi yang akan mendaki bersama di pegunungan Monte Rosa dengan ketinggian 4.634 Mdpl.

Baik Adhyaksa dan Gembong mewakili tim Srikandi Vanaprastha mengucapkan terima kasih kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) atas dukungannya atas pendakian di pegunungan Monte Rosa. Mereka berharap pendakian ini semakin bermanfaat untuk Indonesia. (*)

Penulis: Novairi Husaini (DJ-053)
Editor : AJP-5 Editor Team
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber :
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search