TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Politik

Iklan Jokowi Diprotes, Kubu Prabowo Dipersilahkan Buat Iklan OK OCE

14/09/2018 - 18:05 | Views: 3.84k
Arsul Sani. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Koalisi pendukung duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menyarankan, kubu rival duet Prabowo-Sandiaga Uno bikin video iklan serupa. Seperti keberhasilan Sandiaga semasa menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, semisal program OK OCE.

Demikian disampaikan, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Arsul Sani merespon sikap keberatan kubu Prabowo-Sandiaga Uno atas iklan Presiden Jokowi pembangunan sejumlah bendungan di bioskop belum lama ini.

"Kalau ada yang keberatan, terutama dari teman-teman paslon Pak Prabowo-Sandiaga, ya buat saja iklan. Pak Sandi keberhasilannya sebagai wagub dengan OK OCE, silakan," ucap Arsul, di media center, Jokowi-KH Ma'ruf Amin, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2019).

OK OCE adalah salah satu program Sandiaga saat maju jadi cawagub mendampingi Anies Baswedan pada Pilgub DKI Jakarta. OK OCE singkatan One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship. Bila diartikan, satu kecamatan, satu sentral kewirausahawanan.

Bukan hanya Sandiaga saja yang dipersilahkan membuat iklan, Prabowo selaku capres pun juha tidak dipermasalahkan jika ingin membuat iklan terkait prestasinya. "Ya, Pak Prabowo juga silahkan saja bikin iklan, misalnya prestasi beliau selama di militer atau setelah menjadi pengusaha," tambah Arsul.

Arsul yang juga Sekjen PPP itu menegaskan, iklan Jokowi bertajuk '2 Musim, 65 Bendungan' tersebut bukan bagian dari kampanye, terlebih tidak dibuat oleh Tim Kampanye Nasional. "Kan iklan itu, pertama tak dibuat TKN dan kedua itu bukan iklan kampanye. Itu iklan capaian pembangunan," tegas dia.

Untuk diketahui, iklan Jokowi diputar di bioskop. Isinya memperlihatkan proses pembangunan sejumlah bendungan diikuti dengan testimoni seorang petani tentang manfaat bendungan tersebut.

Pemutaran iklan Jokowi tersebut ditanggapi Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon. Wakil Ketua DPR itu menilai, iklan "2 Musim, 65 Bendungan" sangat politis, sehingga harus dicopot dan tidak ditayangkan lagi di bioskop. (*)

Jurnalis: Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search