TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Memprihatinkan, di Banyuwangi Masih Ada Difabel Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

15/10/2018 - 02:25 | Views: 10.57k
Maswito dan Darsim saat ditemui di rumahnya (FOTO: Rizki Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Sungguh memprihatinkan nasib kakak beradik Maswito (48) dan Darsin (44), warga Dusun Cangaan RT 01 RW 01, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, ini. Ditengah megahnya gedung perkantoran di kawasan Genteng, kakak beradik yang memiliki keterbatasan ini, tinggal di rumah reyot, rumah tak layak huni.

Bahkan mirisnya, untuk makan sehari-hari, mereka hanya mengharap belas kasihan dari tetangga yang empati kepada dirinya. 

Sebagai seorang kakak, Maswito bekerja sebagai buruh serabutan yang mempunyai penghasilan tak tentu. Sedangkan adiknya hanya bisa berdiam diri di rumah karena memiliki keterbatasan mental.

"Kerja seadanya, kadang ikut buruh di sawah, kadang nguli yang penting dapat uang," ungkap Maswito saat ditemui TIMESIndonesia di rumahnya Minggu (14/10/2018).

Yang lebih mengharukan lagi, selain tinggal di rumah yang tak layak huni, ternyata bangunan rumahnya berdiri di tanah milik saudaranya.

"Dulu saya dengar sama pemerintah desa mau dibangunkan. Tapi karena status tanahnya bukan milik sendiri, akhirnya gagal dibangun," ungkap Rohman (52) tetangga Maswito.

Rohman berharap, ada solusi dari pemerintah setempat terkait dengan permasalahan mereka yang masih tinggal rumah tak layak huni. Karena itu sebagai tetangga, Rohman merasa sangat iba melihatnya. "Kami berharap mereka berdua bisa menempati tempat yang layak. Kalau masalah status tanah, kami yakin saudaranya memperbolehkan rumah itu diperbaiki," tandasnya. (*)

Jurnalis: Rizki Alfian
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search