TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Dinilai Terlalu Mahal, Konsumen Pertamax Ada yang Pilih Pindah

17/10/2018 - 00:10 | Views: 76.62k
Suasana antrean salah satu SPBU di Magetan. (FOTO: MK Adinugroho/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax membuat sejumlah konsumen berpikir untuk pindah ke jenis lain. Sebab, kenaikan tersebut dinilai memberatkan.

Sejumlah konsumen ada yang mulai beralih lagi menggunakan BBM jenis Pertalite dan Premium.

Aditya, salah seorang pengendara seusai mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu SPBU di Kabupaten Magetan, mengaku kecewa dengan kenaikan tersebut.

Pasalnya, kata dia, kenaikan yang terjadi mulai beberapa hari yang lalu terkesan mendadak dan tanpa pemberitahuan jauh hari sebelumnya. "Walaupun menurut sebagian orang tidak seberapa, tapi kalau dikalikan dalam sebulan ya lumayan menguras kantong, apalagi biasanya pakai Pertamax untuk perawatan mesin," ujarnya, Selasa (16/10/2018).

Oleh karena itu, untuk meminimalisir pengeluaran, banyak masyarakat yang beralih ke bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Premium dan Pertalite. Bahkan mereka rela antri untuk mendapatkannya.

"Mau gak mau ya harus tetap isi BBM untuk aktifitas harian, kalau sekarang saya lebih cenderung pakai Premium karena lebih terjangkau, tapi kadang kalau pas habis ya terpaksa beli Pertalite," ungkapnya.

Aditya berharap kepada pemerintah agar kenaikan bahan bakar minyak (BBM) tidak merembet ke jenis lainnya. Karena hal itu akan lebih memberatkan masyarakat menengah ke bawah.

"Kalau bisa malah turun, seharusnya BBM di Indonesia bisa lebih murah karena kaya akan hasil buminya, tinggal bagaimana pemerintah, mengingat banyak tenaga ahli kita yang berpotensi," harapnya.

Terpisah, salah seorang petugas SPBU Jalan MT Haryono Magetan, yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya peningkatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium. 

Salah satu penyebabnya, diduga karena kenaikan harga Pertamax. "Kalau yang paling banyak dibeli konsumen jenis Premium, malah sampai antre, tapi kalau yang gak mau antre bisanya beli Pertalite, kalau jenis Pertamax sepi kena dihitung yang beli," ucap salah seorang petugas SPBU di Jalan MT Haryono Magetan kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id). (*)

Jurnalis: Pamula Yohar C
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Magetan
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search