TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Daerah

Pertama Di Indonesia, Satlantas Polresta Sidoarjo Terapkan Uji Praktik SIM Bersensor Ultrasonik

18/11/2018 - 12:07 | Views: 6.42k
Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra saat memerhatikan seorang petugas yang melakukan uji coba penerapan sensor ultrasonik dalam praktik ujian SIM C di Kantor Lantas Polresta Sidoarjo. (FOTO: Rudi Mulya/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SIDOARJOSatlantas Polresta Sidoarjo menerapkan sistem baru dalam proses ujian praktik dalam pengurusan SIM (surat izin mengemudi) di Satlantas Polresta Sidoarjo. 

Khusus untuk ujian para pengendara roda dua dalam mendapatkan SIM C, Satlantas Polresta Sidoarjo memasang sensor ultrasonik disepanjang jalan berkelok dilajur garis yang membentuk angka delapan di lokasi praktek pengendara roda dua.

"Kami menempatkan 29 sensor ultrasonik yang terpasang di setiap belokan atau kelokan di lajur tes pengendara roda dua," Kata Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra Setyadi kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Minggu (18/11/2018).

Lebih jauh Kompol Dhyno mengungkapkan jika untuk garis lurus lokasi tes pengendara dalam mendapatkan SIM juga dipasang 20 traffic cone yang dipasang di pinggir garis dilengkapi dengan sensor sentuh.

"Fungsinya traffic cone sama dengan Sensor ultrasonik yang bekerja memantulkan suara sehingga kalau kendaraan atau benda yang melintas melebihi garis tersebut maka akan menghasilkan suara karena alat itu terhubung dengan sirine yang terpasang. 

Ketika ada peserta ujian SIM melewati garis tersebut, maka secara otomatis sirine akan berbunyi sehingga proses itu diketahui oleh peserta tes maupun warga lain yang berada di lokasi uji praktik SIM tersebut," ungkapnya.

Dengan adanya alat sensor ini, imbuh Dhyno , tidak ada lagi tuduhan atau informasi tidak benar (Hoaks) yang menuduh ujian praktik SIM tidak fair.

Sebab semua bisa sama-sama mengawasi dan mengetahui proses maupun hasil ujian SIM yang dilakukan warga peminta SIM tersebut.

Tak hanya itu, sensor ultrasonik dan sensor suara yang ada pada lokasi ujian praktik SIM Roda Dua juga terhubung ke sebuah layar yang terpasang di dalam ruang ujian. Petugas dan siapa saja bisa memantau proses praktik SIM di sana.

Praktik-Uji-SIM-C.jpg

"Selama praktik SIM tersebut semua terekam, dan warga atau peserta praktik SIM bisa melihat serta mengetahui hasil ujiannya. Tujuan kami, agar  peserta bisa tahu persis alasan jika mereka tidak lulus praktik SIM kenapa dan bagaimana, semuanya bisa terlihat, yang terpenting juga bisa jadi bahan evaluasi untuk mengulangi ujian bagi yang tidak lulus," imbuh Mantan Kasatlantas Polres Kediri ini.

Kompol Dhyno yang akan menjabat sebagai Waka Polres Gresik dalam waktu dekat ini juga menjelaskan jika sistem uji praktik SIM dengan sensor  seperti ini baru ada di Sidoarjo dan pertama kali di Indonesia. Sebab di daerah lain belum ada yang menerapkan sistem seperti ini.

"Ide praktik SIM dengan memakai sistem baru ini, bermula dari keinginan saya agar proses ujian praktik SIM bisa lebih transparan kepada masyarakat. Teknologi ini ditemukan oleh sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur, dengan persiapannya sekitar dua bulan. Mulai dari pengadaan barang hingga proses pemasangannya. Dan sekarang sudah bisa dipakai. Rencana akhir bulan program ini akan kami launching," jelasnya

Ke depanya, harap Dhyno konsep serupa juga akan diterapkan oleh Sat Lantas Polresta Sidoarjo untuk uji pelatuk roda empat atau SIM A serta uji praktik SIM kendaraan lainnya.

"Kami berharap dengan penerapan sistem ini, proses ujian praktik pengurusan SIM di wilayah hukum Polresta Sidoarjo benar-benar berjalan baik dan transparan," pungkas Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Dhyno Indra Setyadi. (*)

Jurnalis: Rudi Mulya
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Sidoarjo
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search