TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Peristiwa - Nasional

Rapat Evaluasi Haji, Menag RI Ingatkan Jajarannya soal Inovasi

06/12/2018 - 14:14 | Views: 3.98k
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin (Foto: kemenag)

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menteri Agama RI (Menag RI) Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan jajaran Kemenag untuk terus meningkatkan layanan, terutama dengan rencana inovasi untuk penyelenggaraan ibadah haji 2019 mendatang.

"Setidaknya saya mengingatkan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dan harus menjadi inovasi pada penyelenggaraan ibadah haji di tahun 2019," tegasnya saat memimpin Rapat Pimpinan Kementerian Agama 2018 di Sentul, Bogor, Rabu (5/12/2018).

Menag mengaku bersyukur berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks kepuasan jemaah haji Indonesia (IKJHI) di Arab Saudi pada tahun 1439H/2018M meningkat menjadi 85,23. Ini berarti secara umum layanan pemerintah kepada jemaah haji Indonesia telah memenuhi kriteria 'Sangat memuaskan'.

Meski demikian, Menag teru mendorong jajarannya di Kemenag untuk terus melakukan inovasi terhadap layanan haji. Pertama adalah penerapan fast track pada seluruh bandara pemberangkatan. "Kalau tahun ini baru dapat kita laksanakan di Bandara Sokarno Hatta, maka usahakan tahun depan sudah dapat dilaksanakan di seluruh bandara," katanya.

Kedua, penempatan jemaah haji berdasarkan sistem zonasi. Hal ini menurut Menag bertujuan meningkatkan kenyamanan sekaligus pelayanan bagi jemaah. "Tentu orang Bugis akan lebih senang jika tempat tinggalnya di sana berdekatan dengan orang Makasar. Selain bahasa yang digunakan, ini juga memudahkan kita bila ingin menentukan menu katering," imbuhnya.

Ketiga, penggunaan air conditioner (AC) di Arafah. Menurut Menag ini perlu menjadi perhatian karena dalam survei BPS pun disebutkan bahwa pelayanan di Arafah, Muzdalifah dan Mina memperoleh nilai paling rendah, yakni 82,60.

Keempat, Menag berharap pada penyelenggaraan haji 2019, Direktorat Penyelenggaraan Haji dan Umrah menyiapkan sistem pelaporan petugas digital. "Seluruh petugas kita harus sudah bisa melakukan pelaporan secara digital. Siapkan dalam sebuah aplikasi terintegrasi," sambungnya.

Sementara kelima adalah penguatan manasik haji yang perlu mendapatkan perhatian penyelenggaraan haji 2019. "Kita perlu memperkuat manasik hajinya. Kita perlu memikirkan terkait inovasi manasik haji, dengan membuat audio visual atau lain sebagainya," tandas Menag RI. (*)

Jurnalis: Imadudin Muhammad
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega
Sumber : Kemenag
Copyright © 2018 TIMES Indonesia
Top

search Search